Arus Lalu Lintas Saat Libur Natal dan Malam Tahun Baru 2022 Lancar

Pengecekan lalu lintas lewat ATCS.

Semarang, 31/12 (BeritaJateng.tv) Arus lalu lintas saat libur Natal 2021 di Kota Semarang masih tergolong kondusif. Selama libur Natal, ketersendatan arus lalu lintas masih seperti biasa, terjadi saat jam sibuk di beberapa titik.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Anthonius Haryanto mengatakan, kepadatan arus lalu lintas tidak terlalu signifikan pada libur natal kemarin.

Kenaikan arus kendaraan saat libur natal hanya sekitar 5 – 10 persen dibanding hari biasa. Hal itu menandakan bahwa masyarakat sudah paham dengan imbauan pemerintah.

“Kenaikan hanya sekitar 5 – 10 persen dari hari biasa. Barometer kami di Simpanglima, Kota Lama, dan pusat oleh-oleh Pandanaran. Sepanjang Natal kemarin tidak terpantau kemacetan yang berarti,” terang Toni, sapaannya.

Kenaikan kendaraan saat libur Natal 2021, lanjut Toni, didominasi oleh plat luar daerah terutama saat tanggal 25 Desember.

Ada beberapa titik yang padat saat libur Natal kemarin, satu diantaranya pusat oleh-oleh Pandanaran. Cukup banyak pelancong yang mampir ke pusat oleh-oleh mencari buah tangan.

Kemudian, Kota Lama juga menjadi kawasan yang menjadi perhatian saat libur Natal.

Kawasan ini menjadi magnet pariwisata di Semarang. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktu libur di Kota Lama.

“Dua itu jadi tempat konsentrasi kami baik Dishub maupun Polrestabes. Kami tempatkan petugas saat jam ramai. Saat landai, kami pantau melalui ATCS,” terangnya.

Pada libur Tahun Baru 2022 nanti, dua tempat itu juga masih tetap menjadi perhatian Dishub Kota Semarang. Jika terjadi kepadatan arus di Kota Lama, pihaknya akan melakukan sistem buka tutup di Simpang Cendrawasih – Jalan Soeprapto.

Dia mengimbau pengunjung Kota Lama agar memarkirkan kendaraan di kantong parkir yang telah tersedia agar  tidak menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Di samping itu, parkir di kantong parkir juga menghindari adanya oknum yang tak bertanggungjawab memungut retribusi dengan biaya tak wajar.

Pada momen Tahun Baru, kenaikan arus lalu lintas tidak terpaut jauh seperti libur Natal.

Dia berharap, masyarakat tidak mengadakan iring-iringan kendaraan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kemacetan.

“Silakan merayakan tahun baru dengan bertanggungjawab dan baik, tanpa menganggu,” ucapnya.  (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.