BACA JUGA: Cara Seniman Custom Art Ambarawa Ekspresikan Kebanggan pada Batik, Karya Tembus Internasional
Ketua Lembaga Kegiatan Pengembangan Program Inovasi Seni UNS, Vigo Rahman Fuad menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang fokus pada pelatihan pewarna alam dan proses produksi batik.
“Batik patron Ambarawa ini seperti harta karun. Banyak orang belum tahu, bahkan warga Ambarawa sendiri. Kami ingin membantu mengenalkannya lagi,” jelas Vigo.
Ia menegaskan bahwa batik patron Ambarawa memiliki catatan sejarah kuat dan layak menjadi identitas daerah. “Daerah yang tidak punya tradisi batik saja ingin punya batik. Apalagi Ambarawa yang punya sejarah jelas,” tegasnya.
Media Edukasi untuk Pelajar
Pameran ini juga dimanfaatkan sekolah-sekolah di Kecamatan Ambarawa sebagai sarana edukasi. Siti Nur Fauziah, guru SMPN 5 Ambarawa, mengajak 33 siswanya untuk mengenal batik patron Ambarawa secara langsung.
“Saya ingin anak-anak tahu bahwa Ambarawa punya batik khas. Selama ini mereka belum kenal,” ujarnya.
BACA JUGA: Fort Willem I Jadi Ikon Wisata Baru, Tokoh Masyarakat Ambarawa
Para siswa terlihat antusias karena selain melihat koleksi batik patron, mereka juga dapat mencoba langsung proses pembuatannya.
“Dengan mengenal lebih dulu, harapannya mereka mencintai batik patron Ambarawa yang dulu pernah berjaya,” tambah Fauziah. (*)
Editor: Farah Nazila













