JatengOlahraga

‘Orang Gila di Tengah Kampung’: Kisah Petani Blora Bangun Kolam Renang Nasional Demi Putrinya

×

‘Orang Gila di Tengah Kampung’: Kisah Petani Blora Bangun Kolam Renang Nasional Demi Putrinya

Sebarkan artikel ini
heri purnomo koni blora
Heri Purnomo, Wakil Ketua KONI Blora saat memberikan medali kepada atlet renang yang meraih juara di Kejuaraan renang antar pelajar di kolam renang Anugrah. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Jawa Tengah, Setiyono, mengaku heran hingga melontarkan kalimat ‘Ini ada orang gila di tengah kampung’.

Hal itu ia katakan saat menghadiri kejuaraan renang antar pelajar dan pembukaan kolam renang Anugrah di Desa Tempuran, Kecamatan/Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kalimat itu ditujukan kepada pemilik kolam bernama Baji, seorang petani asal desa setempat yang nekat membuat kolam renang standar Nasional di tengah kampungnya, hanya demi anak perempuannya, yang memiliki hobi renang, dan juga salah satu atlet berprestasi Blora di Cabang Olahrga (Cabor) Akuatik Indonesia.

“Ini satu-satunya kolam renang di Blora, yang sudah standart. Bahkan atlet kita selama ini kalau berlatih harus keluar kota. Ini hanya orang gila yang berani bangun fasilitas sebagus ini,” Ungkap Setiyono, Sabtu, 29 November 2025.

BACA JUGA: Pembinaan Atlet Terancam Jika Abaikan Aturan, KONI Semarang Ingatkan Cabor

Setiyono sangat berterimaksih kepada Baji dan mengapresiasinya, karena telah membangun kolam renang yang standart. Ia berharap dengan adanya fasilatas ini akan tumbuh atlet baru, menjadi bibit atlet renang Blora, yang bisa menyumbangkan prestasinya untuk Kabupaten Blora.

Baji, pemilik kolam renang Anugrah hanya tersenyum, karena dapat julukan “orang gila dari kampung”. Ia pun menceritakan awal mula membangun kolam renang ini.

Awalnya ia kecewa dengan kementrian ESDM. Karena anak pertamanya saat mengikuti ujian tidak diterima hanya gara gara tingginya kurang dua centimeter.

“Nilai CAT nya dapat ranking, nilai yang lainnya juga bagus, terakhir tingginya kurang. Saya ingin anak kedua saya nanti bisa lebih tinggi dari kakaknya. dan Alhamdullilah sekarang anak perempuan kedua saya terbukti lebih tinggi padahal masih SMP,

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran

Tinggalkan Balasan