Selain itu memang dia hobi berenang dan memiliki keinginan punya kolam renang sendiri yang standart. Jadi saya nekat, benar apa kata Pak Setiyono, kalau menganggap saya orang gila di tengah kampung,” ujarnya sambil tertawa.
Baji minta support dan bimbingannya kepada Ketua KONI dan pengurus Akuatik untuk ikut membina atlet dan akan membuat club renang sendiri.
BACA JUGA: KONI Kota Semarang Gandeng ASCA Tingkatkan Kualitas Pelatih Fisik ke Level Internasional
Mustakim, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, juga mengapresiasi adanya kolam renang yang sudah standart ini. Adanya kolam renang ini, bisa membantu Pemerintah di bidang olahraga dan memajukan pariwisata di Blora.
“Kami bangga ada warga Blora yang peduli dengan olahraga. Sehinnga atlet kita tidak lagi jauh-jauh mencari tempat latihan yang standar. Karena di Blora sudah ada fasilitas yang bagus,” ujarnya.
Kejuaraan renang antar pelajar ini diikuti oleh tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Blora, Grobogan dan Rembang. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 177 pelajar. (*)
Editor: Farah Nazila













