SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena memberikan pandangan mendalam mengenai peran seni dan kebudayaan dalam membentuk arah generasi muda Indonesia.
Dalam kehadirannya pada pameran seni WARA di ukm Gedung Oudetrap Kota Lama Semarang, ia menekankan bahwa seni bukan sekadar ekspresi kreatif, namun juga cara intelektual dalam membaca keadaan.
“Ini menurut saya salah satu cara intelektual untuk menjawab suatu keadaan melalui ekspresi diri. Ada kontemplasinya di situ,” ujarnya usai pembukaan pameran WARA pada Jumat, 28 November 2025 malam.
BACA JUGA: Lantik Bunda PAUD Kota Semarang, Agustina: Gerbang Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Samuel mengakui, acara ini menunjukkan bagaimana anak-anak muda mampu mengangkat tema kritis dengan cara yang reflektif dan elegan.
Kebudayaan Lokal sebagai Energi Perubahan
Samuel menyampaikan bahwa warisan budaya desa dan kearifan lokal merupakan energi besar yang sering kali terlupakan dalam arus modernitas.
“Desa adalah kekuatan. Kebudayaan lokal adalah energi. Apa yang kita punya di sekitar kita ini adalah ujung tombak yang bisa kita manfaatkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena degradasi sosial yang sering dilihat sebagai kerusakan atau kemunduran. Namun menurutnya justru bisa di balik menjadi peluang perubahan oleh generasi muda.
Tujuan Untuk Indonesia Raya
Samuel mengingatkan bahwa arah pembangunan bangsa seharusnya tidak hanya berorientasi pada segelintir kelompok.













