“Saya lebih cenderung menuju Indonesia Raya, karena itu milik seluruh lapisan masyarakat, seluruh gender. Kalau Indonesia emas itu hanya untuk segelintir,” katanya.
Lebih lanjut ia menilai masih banyak aktor budaya yang “belum selesai dengan dirinya” sehingga orientasi berkarya lebih mengejar keuntungan pribadi dibanding kontribusi bagi masyarakat luas.
BACA JUGA: Bukan Utama, Pendidikan jadi Prioritas Pendukung, Pengamat Ragu Indonesia Emas 2045 Akan Terwujud
Dalam kesempatan tersebut Samuel memberikan pesan tegas dan inspiratif bagi generasi penerus.
“Kita sudah mendapatkan warisan kekayaan negeri ini. Alam sudah memberikan segalanya. Anak muda hanya perlu melihat, memahami, mengelola,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila













