SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, menegaskan bahwa seni rupa tetap menjadi daya tarik kuat di Semarang dan pemerintah kota berkomitmen untuk membuka ruang yang lebih besar bagi seniman muda.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan pameran seni bertajuk WARA dari mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Gedung Oudetrap Kota Lama Semarang, Jumat, 28 November 2025.
“Memang kalau di Semarang, seni rupa itu masih satu hal yang sangat diminati. Ini sudah beberapa kali dilaksanakan, bahkan beberapa bulan lalu mengundang beberapa negara,” ujarnya.
Samsul menegaskan bahwa potensi seni rupa di Semarang tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata.
“Kami berharap pemerintah Kota Semarang mensupport kegiatan ini. Harapannya supaya sektor pariwisata yang berbasis seni terus kita kembangkan,” jelasnya.
BACA JUGA: UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Gubernur Jateng Lepas Ekspor Senilai Rp10,1 Miliar
Ia menyebut bahwa peluang bagi pelaku seni di Semarang saat ini sangat luas, terutama dengan dukungan kebijakan dari pemerintah kota.
“Peluangnya sangat terbuka ya, sangat-sangat luas. Pemerintah Semarang membuka itu peluang. Tahun 2026, Ibu Wali Kota sudah menyampaikan bahwa seni budaya menjadi salah satu programnya,” tuturnya.
Seni Rupa Tidak Lagi Identik dengan Seniman Berambut Panjang
Samsul juga menyindir stigma lama yang melekat pada profesi seniman yang orangnya eksentrik, rambut panjang, berpenampilan “nyeni”.













