“Kalau dulu kita lihat seniman pakaiannya gini, rambutnya panjang. Kita kadang berpikir mesti begitu. Padahal tidak,” katanya.
Ia menekankan bahwa berkarier di dunia seni rupa itu keren, profesional, dan terbuka bagi siapa saja bukan hanya generasi senior.
“Kami berharap para seniman di Kota Semarang, khususnya mahasiswa, mari sama-sama berkarya untuk Kota Semarang,” tegasnya.
BACA JUGA: Sumanto: Pelaku Kesenian Tradisional Perlu Beradaptasi dan Inovatif di Tengah Gempuran Budaya Populer
Menurutnya, kegiatan seni seperti ini bukan hanya aktivitas kampus, melainkan bagian dari langkah strategis membangun ekosistem budaya kota.
Samsul menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan pada kegiatan seni rupa di berbagai bentuknya, termasuk pameran, pendidikan seni, dan ruang tampil bagi seniman muda. (*)
Editor: Farah Nazila













