11. Mita Strategis Pendukung Akselerasi Ekosistem Digital Jawa Tengah Terbaik 2025: Bank Mandiri Kantor Wilayah Jawa Tengah & DIY
12. Realisasi Transaksi Pendapatan Daerah QRIS Terbaik 2025: Pemerintah Kota Salatiga
13. Mitra Strategis Pendukung Asesmen Ekonomi Terbaik 2025: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah
14. Mitra Strategis Pendukung Pengembangan Ekonomi Sisi Permintaan Terbaik 2025: KEK Industropolis Batang
15. Mitra Strategis Pendukung Pengembangan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha Terbaik 2025:PT Goldensnack Mas Sejahtera.
BI Jateng menilai para penerima penghargaan tersebut berperan sebagai garda depan dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Mereka telah aktif dalam menjaga stabilitas moneter, meningkatkan literasi keuangan, memperluas penggunaan transaksi digital, hingga mengembangkan UMKM dan ekonomi syariah.
Jateng Buktikan Perekonomian Tumbuh Positif
Kepala Biro Perekonomian Jateng, Agus Prasutio, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemon menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung pertumbuhan ekonomi provinsi.
“Realisasi investasi yang mencapai Rp66,13 triliun hingga September 2025 dan pertumbuhan ekonomi 5,37 persen merupakan bukti kuat bahwa sinergi ini berhasil. Penguatan UMKM, digitalisasi, dan pengendalian inflasi menjadi kunci agar ekonomi Jateng semakin tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, Plh. Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia, Anggota Komisi C DPRD Jateng, Wali Kota Salatiga, Bupati Semarang, Wakil Walikota Solo, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Plt. Kepala BPS Jateng, Kepala Perwakilan BI Solo, Tegal, dan Purwokerto.
Hadir pula para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, seluruh pimpinan perbankan, akademisi, pelaku usaha, media, dan pemangku kepentingan lain.
Pada kesempatan itu, para peserta juga mengikuti siaran PTBI nasional yang dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo dan Presiden RI Prabowo Subianto, beserta para menteri Kabinet Merah Putih.
Stabilitas Ekonomi Terjaga
Melalui daring, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menerangkan perekonomian global tengah dibayangi gejolak geopolitik, termasuk Indonesia.
Meski begitu, lanjutnya, ekonomi nasional tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dengan stabilitas yang terjaga, pertumbuhan yang relatif tinggi, dan inflasi yang berada dalam rentang sasaran.
“Kinerja positif ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan serta sinergi lintas otoritas. Ke depan, arah kebijakan Bank Indonesia berfokus pada penguatan stabilitas, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta dukungan terhadap transformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” jelas Perry Warjiyo.
Presiden RI, Prabowo Subianto mengapresiasi Menko Perekonomian, menteri lainnya, dan dan Gubernur BI atas paparan yang akurat dan merefleksikan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Prabowo mengatakan PTBI tahun ini sangat relevan dan sejalan dengan roadmap pembangunan Republik Indonesia, terutama dalam memperkuat fondasi kemandirian dan ketangguhan ekonomi.
“Berbagai capaian dalam satu tahun pemerintahan merupakan hasil sinergi kuat antarotoritas, dengan kebijakan yang pro-rakyat dan berkeadilan. Pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke desa-desa melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan bahwa pembangunan bermanfaat dan bisa masyarakat luas langsung rasakan,” ucap Prabowo. (*)
Editor: Elly Amaliyah













