“Banyak karya yang mengangkat isu kesejahteraan, kerusakan sosial, hingga refleksi kebudayaan. Ini memaksa kita untuk hadir, untuk mendengar,” katanya.
Gambaran Ekspresi Murni Anak Muda
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, turut hadir dan memberikan pandangan yang hangat terhadap energi kreatif mahasiswa.
“Ekspresi anak-anak muda dalam tema WARA ini masih murni, belum ada beban ekonomi atau kehidupan. Mereka merespon keadaan yang tidak baik-baik saja dengan cara intelektual,” ujarnya.
“Menurut saya ini salah satu cara demo, cara kontemplatif, untuk menjawab keadaan,” katanya.
BACA JUGA: Festival Wayang Semesta Bakal Jadi Agenda Tahunan, Walikota Siapkan Regenerasi Seniman Lewat Akademi Wayang
Dari pihak pemerintah, kehadiran Samsul Bahri Siregar, Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, menjadi penegasan bahwa ekosistem seni di Semarang tidak berjalan sendiri.
“Seni rupa masih sangat penting di Semarang dan akan terus kita kembangkan,” ujarnya.
“Pemerintah membuka peluang yang sangat luas untuk para seniman muda. Ke depan, dukungan akan semakin kuat,” pungkas Samsul. (*)
Editor: Farah Nazila













