Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setyawan, menampilkan kiprah kesenian Kuda Lumping Temanggung yang terus pihaknya dorong menembus panggung internasional.
Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Mohan Roliskana, mengusung pembangunan Gerbang Sangkareang sebagai landmark dan inspirasi baru kota.
Sementara Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun, mengangkat sarung tenun lokal sebagai wastra daerah menuju pusaka nasional.
Dari wilayah timur Indonesia, Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Heribertus Geradus Laju Nabit, menampilkan program revitalisasi Mbaru Gendang (rumah adat) berbasis gotong royong pemerintah dan masyarakat.
BACA JUGA: Arief Rohman Tuai Apresiasi Dewan Juri AK PWI Pusat 2026 atas Pelestarian Budaya Samin
Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou, mengusung Festival Teluk Boreh sebagai medium penguatan harmoni sosial dan toleransi di Papua.
Sementara itu, Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, mengangkat aktualisasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan berkelanjutan.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menampilkan tradisi Tari Cangget Bakha sebagai ruang pertemuan sosial generasi muda.
Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Maya Hasmita, mengusung program Gema Sahabat sebagai penguatan karakter dan budaya sejak usia dini.
Adapun Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis, mengangkat revitalisasi tradisi religius melalui wajah baru Maulik Gadang.
Sedang Bupati Manokwari Hermus Indou menjadikan Festival Teluk Boreh sebagai penguatan harmoni sosial dan toleransi, yang amat diperlukan Papua. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





