Cluster General Manager Aston Inn Pandanaran Semarang dan Neo Candi Simpang Lima Semarang, Ibnoe Ichwan Chambali, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menghadirkan menu khas Jepang, tetapi juga pengalaman budaya Negeri Sakura.
“60 Seconds to Tokyo bukan hanya menghadirkan menu khas Jepang, tetapi juga membawa atmosfer budaya Jepang melalui konsep penyajian, pilihan menu, hingga rangkaian acara yang melibatkan komunitas anime dan pecinta budaya Jepang di Semarang. Kami berharap setiap tamu dapat merasakan pengalaman yang berbeda ketika berkunjung,” katanya.
Sementara itu, General Manager Quest Hotel Simpang Lima Semarang, Yohanes Argowardono, optimistis kolaborasi lima hotel Archipelago Semarang mampu menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi lima unit Archipelago Semarang, kami optimistis program ini dapat menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat Semarang. Dengan pilihan menu yang beragam. Mulai dari makanan utama, hidangan penutup, hingga minuman khas Jepang, setiap tamu memiliki banyak pilihan untuk mereka nikmati bersama keluarga maupun teman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hotel Manager fave Hotel Simpang Lima Semarang, Yudha Pranoto, yang menekankan harga menu tetap ramah di kantong.
“Kami ingin menghadirkan menu Jepang berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau, mulai dari Rp35.000. Harapannya, masyarakat dapat menikmati pengalaman bersantap di hotel tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi, sekaligus memperkenalkan berbagai cita rasa khas Jepang kepada lebih banyak orang,” jelasnya.
BACA JUGA: Quest Hotel Simpang Lima Hadirkan Street Food Jepang Lewat “Seconds to Tokyo”
Selain menyajikan kuliner, peluncuran 60 Seconds to Tokyo juga diramaikan dengan berbagai kegiatan bertema Jepang. Seperti live cooking, demo minuman, catwalk cosplay, sesi tanya jawab, pembagian doorprize, hingga penampilan DJ. Acara tersebut turut terhadiri media, influencer, content creator, serta komunitas anime dan pecinta budaya Jepang di Semarang.





