Peristiwa

2 Penggali Sumur Meninggal di Kabupaten Semarang, PMI Salurkan Santunan untuk Keluarga

×

2 Penggali Sumur Meninggal di Kabupaten Semarang, PMI Salurkan Santunan untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini
Proses penyelamatan dua pekerja penggali sumur, di lingkungan RT 09/ RW 05 Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu siang, 21 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Proses penyelamatan dua pekerja penggali sumur, di lingkungan RT 09/ RW 05 Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu siang, 21 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Palang Merah Imdonesia (PMI) Kabupaten Semarang menyalurkan santunan kepada keluarga dua penggali sumur yang meninggal dunia saat bekerja. Santunan itu berupa logistik kebutuhan sehari-hari, dan uang santunan, tapi pak camat tidak memperinci

Sebelumnya insiden kecelakaan kerja penggali sumur itu berada di Dusun Jambe, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu siang, 21 Oktober 2026.

Dana ini tersalur untuk meringankan beban keluarga yang telah kehilangan tulang punggung keluarga akibat insiden kecelakaan kerja. Dua orang pekerja penggali sumur itu yakni Muh Soni (52) dan Rizqiyanto (19).

“Terlebih korban Rizqiyanto merupakan yatim piatu yang selama ini harus menghidupi dan merawat neneknya sendirian,” kata Camat Suruh sekaligus pengurus PMI Kabupaten Semarang, Vega Lazuardi usai penyaluran dana, Jumat sore, 23 Oktober 2026.

BACA JUGA: Geotermal Ungaran Dikhawatirkan Cemari Air, ESDM: Reservoirnya Kedalaman 2 Km, Sumur Warga 120 Meter

Kronologi Kecelakaan Kerja Penggali Sumur

Vega Lazuardi mengatakan, insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tersebut bermula saat tiga orang pekerja penggali sumur melakukan aktivitas mereka, Rabu siang. Ketiganya masing- masing Muh Soni (52), Rizqiyanto (19) serta Khoirul Naim (52).

Awalnya korban Muh Soni turun untuk melakukan pekerjaan menggali sumur pada pukul 14.00 WIB. Sekitar 15 menit berikutnya Rizqiyanto bermaksud mengecek rekannya tersebut dan ikut turun ke dalam sumur.

BACA JUGA: Gandeng PMI, Kodim Blora Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan

Namun setelah kurang lebih 10 menit berada di dalam sumur Rizqiyanto juga tidak terlihat naik kembali. Selain itu dari dalam sumur juga tidak terdengar suara pembicaraan serta tanda- tanda ada aktivitas dari dalam sumur.

Hal ini membuat Khoirul Naim curiga dan juga berusaha turun ke dalam sumur untuk mengetahui apa yang terjadi. Akan tetapi, belum sempat sampai ke dasar sumur, Khoirul Naim sudah naik kembali setelah mengaku tidak bisa bernafas.

“Setelah sampai di atas, pak Khoirul pun terkulai lemas hingga akhirnya petugas evakuasi ke Klinik Adi Sehat untuk mendapat pertolongan medis. Kemudian warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar),” bilang Vega Lazuardi.

Selanjutnya, masih kata Vega, pertolongan dilakukan oleh petugas damkar. Tak lama kemudian, kedua pekerja yang masih berada di dalam sumur berhasil bisa petugas evakuasi dan segera dilarikan ke RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.

BACA JUGA: Kronologi Anak 6 Tahun di Tuntang Kabupaten Semarang Terperosok di Sumur 13 Meter

Kedua korban akhirnya meninggal dunia meski sudah mendapatkan pertolongan medis. Dugaan srmentara kedua pekerja penggali sumur tersebut menghirup gas beracun pada saat beraktivitas di dalam sumur.

Vega menangatakan, atas kejadian tersebut PMI Kabupaten Semarang memberikan snatunan kepada keluarga korban.

“Semoga dana ini bisa meringankan beban keluarga,” kata Vega. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp