Dari evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang berencana memperkuat armada Damkar dengan kendaraan berukuran kecil yang mampu menjangkau gang-gang sempit. Rencana pengadaan armada tersebut akan direalisasikan pada 2026.
“Bu Wali Kota sudah memberikan arahan agar Damkar memiliki mobil yang bisa masuk gang. Tahun 2026 rencananya akan ada pengadaan mobil kecil, karena mobil tangki besar tidak bisa masuk ke permukiman padat,” ungkapnya.
Selain penanganan kebakaran, Damkar Kota Semarang juga semakin aktif dalam kegiatan edukasi. Sepanjang 2025, wisata edukasi Damkar menjadi tren di kalangan sekolah dan instansi.
“Kami sering diundang dalam kegiatan seremonial dan edukasi. Sekolah-sekolah sekarang antusias, mulai dari TK sampai SMA. Kalau mau berkunjung ke Damkar juga bisa, kami buka layanan kunjungan,” katanya.
Data Damkar mencatat, sepanjang 2025 terdapat 292 kunjungan edukasi dari sekolah dan instansi, dengan total peserta mencapai sekitar 21.000 orang.
1.913 Rescue atau Pertolongan
Di luar penanganan kebakaran, Damkar juga menangani berbagai kasus pertolongan non-kebakaran. Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 1.913 kasus rescue, mulai dari evakuasi hewan, penyelamatan warga, hingga bantuan darurat lainnya.
“Tingginya angka pertolongan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Damkar. Kami punya target waktu respon 15 menit, bahkan pada beberapa kejadian kebakaran, petugas sudah tiba di lokasi kurang dari 10 menit,” tutur Rianung.
Untuk memperkuat respons di tingkat wilayah, Damkar Kota Semarang juga membentuk relawan kebakaran di kelurahan. Saat ini, jumlah relawan mencapai sekitar 1.800 orang, meski dinilai masih perlu ditambah.
“Kami sudah bentuk relawan di kelurahan, satu kelurahan idealnya 10 sampai 50 orang. Total saat ini sekitar 1.800 relawan, tapi itu masih kurang,” jelasnya.
Selama 2025, Damkar juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya akses jalan yang tertutup portal. Kondisi tersebut kerap menghambat mobil pemadam masuk ke lokasi kebakaran.





