Olahraga

4.000 Pelari Ditargetkan Bakal Meriahkan Rupiah Borobudur Playon 2026, Padukan Sport Tourism dan Edukasi Keuangan

×

4.000 Pelari Ditargetkan Bakal Meriahkan Rupiah Borobudur Playon 2026, Padukan Sport Tourism dan Edukasi Keuangan

Sebarkan artikel ini
4.000 Pelari Ditargetkan Bakal Meriahkan Rupiah Borobudur Playon 2026, Padukan Sport Tourism dan Edukasi Keuangan
Launching Rupiah Borobudur Playon 2026. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 4.000 pelari bakal memeriahkan ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, pada Juli mendatang.

Mengusung tema “Lari untuk Berbagi”, kegiatan ini tidak hanya menjadi event olahraga. Tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Borobudur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho mengatakan ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 merupakan penyelenggaraan keempat hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Event tersebut kini telah masuk dalam kalender tahunan pariwisata Jawa Tengah.

“Untuk tahun 2026 kami menargetkan sekitar 4.000 peserta, kurang lebih sama seperti tahun lalu. Jumlah peserta sengaja dibatasi agar kenyamanan selama perlombaan tetap terjaga,” ujar Noor Nugroho.

Hal ini ia sampaikan saat peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026 di Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah.

BACA JUGA: Gotong Royong ASN, Pemkot Semarang Salurkan 11 Sapi dan 44 Kambing Kurban

Ajang lari tersebut akan berlangsung pada 5 Juli 2026 di kawasan Candi Borobudur. Sementara rangkaian acara sudah mulai sejak 4 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti pameran UMKM, edukasi keuangan, hingga hiburan untuk masyarakat.

Menurut Noor, penyelenggara juga menargetkan tambahan sekitar 6.000 pengunjung selama dua hari kegiatan berlangsung. Dengan demikian, total pengunjung yang hadir perkiraannya mencapai 10 ribu orang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar Borobudur. Sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat,” katanya.

Selain lomba lari, Rupiah Borobudur Playon 2026 turut menghadirkan edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), literasi kebanksentralan, sistem pembayaran digital, hingga pemahaman mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menilai event olahraga seperti ini efektif meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Orang yang datang pasti membutuhkan hotel, makan, dan berbelanja. Itu akan meningkatkan konsumsi dan menggerakkan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Sumarno.

Ia berharap Rupiah Borobudur Playon 2026 mampu memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi sport tourism nasional. Sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata di kawasan Borobudur. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp