Pendidikan

4 SD Negeri di Grobogan Tak Dapat Murid Baru, Disdik Ungkap Penyebabnya

×

4 SD Negeri di Grobogan Tak Dapat Murid Baru, Disdik Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
SDN Sarirejo
Siswa SDN Sarirejo ‘Kartini’ saat menggelar doa bersama di aula sekolah setempat, Senin, 22 April 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

GROBOGAN, beritajateng.tv – Sebanyak empat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tidak mendapatkan satu pun murid baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dinas Pendidikan Grobogan mengungkapkan, kondisi tersebut terpengaruhi berbagai faktor, mulai dari penurunan jumlah anak usia sekolah hingga persaingan dengan sekolah swasta.

Empat sekolah yang tidak memperoleh murid baru itu yakni:

  • SDN 4 Dimoro, Kecamatan Toroh
  • SDN 3 Juworo, Kecamatan Geyer
  • SDN 3 Prigi, Kecamatan Kedungjati
  • SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah, Kecamatan Wirosari

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan, M Irfan, menjelaskan bahwa SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo memang telah masuk dalam rencana regrouping atau penggabungan sekolah.

Menurutnya, apabila regrouping, para siswa nantinya akan terpindahkan ke sekolah lain sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Kalau ada siswanya kan nanti juga ikut ke sekolah lain,” kata Irfan, Senin 6 Juli 2026.

BACA JUGA: Peringati Hardiknas 2026, Dinas Pendidikan Blora Gelar Karya Pendidikan Masyarakat

Tak hanya empat sekolah tersebut, Dinas Pendidikan Grobogan juga mencatat masih banyak SD lain yang memperoleh murid baru dalam jumlah sangat sedikit.

Dari sekitar 800 SD di bawah naungan Dinas Pendidikan Grobogan, terdapat 74 sekolah yang hanya menerima kurang dari 10 murid baru. Bahkan, 18 SD hanya mendapatkan kurang dari lima murid.

Rinciannya, terdapat satu SD di Kecamatan Geyer yang hanya memperoleh dua murid baru. Selain itu, enam SD hanya menerima tiga murid, empat SD mendapat empat murid, dan satu SD memperoleh lima murid.

Meski demikian, Irfan menegaskan pihaknya belum berencana menutup sekolah-sekolah yang kekurangan murid tersebut.

Dinas Pendidikan masih memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menerima pendaftaran secara langsung hingga awal tahun ajaran baru.

“SD yang masih minim muridnya boleh membuka pendaftaran sampai masuk ajaran baru secara langsung,” ujarnya.

Irfan menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan minimnya jumlah murid di sejumlah SD di Grobogan.

Beberapa penyebab tersebut antara lain:

  • Jumlah anak usia sekolah yang terus menurun.
  • Orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta berbasis agama.
  • Lokasi sekolah yang berada di wilayah terpencil.
  • Adanya program boarding di sejumlah SD swasta yang memengaruhi pilihan masyarakat.

Khusus untuk SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah di Kecamatan Wirosari, Irfan menyebut program boarding dugaan kuat menjadi salah satu penyebab tidak adanya pendaftar.

“Untuk SD yang di Wirosari itu ada program boarding, kabarnya di wajibkan. Kabarnya murid kurang betah, akhirnya tidak ada pendaftar,” pungkasnya.

BACA JUGA: Dorong Kesadaran Sejak Dini, Dinas Pendidikan Semarang Integrasikan Pendidikan Lingkungan ke Kurikulum PAUD

Sebagai informasi, SDN 4 Dimoro sebelumnya juga sempat menjadi sorotan. Pada 2024 lalu, sekolah tersebut hanya menerima satu murid baru. Namun, siswi tersebut meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sungai desa setempat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp