Penyebaran lokasi pertandingan tersebut ԁiharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah. Kehadiran atlet, ofisial, dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan berpotensi meningkatkan aktivitas di sektor akomodasi dan usaha pendukung lainnya.
Berdasarkan data yang Gus Yasin sampaikan, terdapat 42 hotel atau penginapan di Kota Semarang, 25 di Kabupaten Kendal, 18 di Kota Salatiga, 13 di Kabupaten Semarang, dan delapan di Kabupaten Demak.
Gus Yasin berharap penyelenggaraan Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah penyelenggara.
Ia pun mengajak masyarakat Jawa Tengah, khususnya di lima kabupaten/kota tuan rumah, untuk turut mendukung pelaksanaan Porprov XVII Jateng 2026.
Porpov Jateng jadi Tahapan Atlet Menuju PON 2028
Lebih dari sekadar kompetisi tingkat provinsi, Porprov menjadi salah satu tahapan bagi atlet untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Ajang ini juga menjadi bagian dari upaya menjaring atlet potensial yang nantinya ԁipersiapkan untuk mewakili Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Gus Yasin.
Sebab itu, ia berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Persaingan di Porprov ԁiharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
“Untuk Porprov sendiri kita lebih fokus dalam menentukan nantinya atlet-atlet kita yang akan mewakili Jawa Tengah pada pertandingan atau ajang lebih atau ajang nasional PON 2028. Kami berharap dengan prestasi, Porprov Jateng akan melahirkan atlet yang berdaya olahraga yang semakin berjaya,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





