SEMARANG, beritajateng.tv – Trauma sering dianggap sebagai kondisi yang membutuhkan bantuan profesional untuk penyembuhannya, seperti melalui sesi terapi dengan psikiater.
Namun, menurut Dr. Jiemi Ardian, seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, sebagian besar trauma, hingga 80%, sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Bagaimana caranya?
Trauma Bisa Sembuh Sendiri dengan Dukungan yang Tepat
Dalam podcast Raditya Dika, Jiemi mengungkapkan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa trauma bisa hilang secara alami jika mereka berada dalam situasi yang aman dan memiliki sistem dukungan yang baik.
Lingkungan yang mendukung dan ramah secara sistemik dapat membantu seseorang memulihkan diri dari trauma tanpa harus bergantung pada intervensi medis.
“80% orang akan sembuh dengan sendirinya jika mereka memiliki lingkungan yang mendukung. Trauma akan menghilang seiring waktu jika kita berada dalam kelompok yang baik dan aman,” ungkapnya, seperti beritajateng.tv kutip pada Kamis, 4 September 2025.
Contoh Trauma yang Bisa Sembuh dengan Sendirinya
Misalnya, seseorang yang mengalami trauma setelah gigitan anjing saat kecil mungkin akan merasa takut setiap kali bertemu dengan anjing.
BACA JUGA: Anak Korban Penculikan Trauma Meski Tak Langsung Kelihatan, Psikolog: Dampaknya Bisa Jangka Panjang
Namun, dengan memperkenalkan mereka pada anjing-anjing yang ramah, serta secara perlahan membiasakan mereka, rasa takut tersebut akan berkurang.
Hal ini terjadi karena perbedaan pengalaman yang mereka alami kini dengan trauma masa lalu.
“Trauma itu seperti memori yang di-update dengan data yang lebih positif. Dengan memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan kontras, memori lama perlahan akan memudar,” jelas Dr. Jiemi.
Metode Penyembuhan Sendiri
Ada beberapa pendekatan untuk mengatasi trauma tanpa bantuan psikiater. Salah satunya adalah prolonged exposure, di mana seseorang secara bertahap dikenalkan kembali dengan sumber trauma dalam jarak yang semakin dekat.
Tujuannya adalah agar individu terbiasa dan merasa lebih nyaman dengan hal yang sebelumnya menakutkan.
Namun, tidak semua orang siap untuk menghadapi trauma secara langsung, terutama jika trauma tersebut sangat mendalam.
Untuk itu, ada metode lain yang lebih lembut. Seperti teknik mindfulness atau berfokus pada tubuh.
Dalam teknik ini, seseorang di minta untuk mengingat kembali peristiwa traumatis sambil menenangkan tubuh mereka, misalnya dengan teknik pernapasan yang dalam.
“Intinya adalah, kita mengingat trauma sambil menenangkan tubuh, sehingga tubuh kita tidak lagi bereaksi dengan kecemasan. Ini membantu memproses memori trauma dengan cara yang lebih tenang,” tambah Dr. Jiemi.
Mengapa Lingkungan dan Dukungan Sosial Itu Penting?
Lingkungan yang aman dan kelompok dukungan yang baik sangat penting dalam proses penyembuhan trauma.
BACA JUGA: Kasus Ibu Guru Grobogan Berbuat Mesum, Korban Siswa SMP Kini Trauma dan Pindah Sekolah
Ketika seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang peduli dan memahami, mereka merasa lebih dihargai dan diterima, yang sangat membantu dalam mengatasi rasa cemas atau ketakutan yang timbul akibat trauma. (*)





