SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah merespons kejadian keracunan yang 803 pelajar di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan alami. Dugaan kuat, ratusan pelajar itu keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat, 9 Januari 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno hingga kini masih menunggu hasil asesmen dari Dinas Kesehatan. Hal itu Sumarno ungkap saat beritajateng.tv jumpai di kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Selasa, 13 Januari 2026.
Sumarno pun membenarkan bahwa ada pelajar yang mendapat penanganan medis akibat keracunan tersebut.
“Ya kalau dari kami (Pemprov Jawa Tengah), dari Dinas Kesehatan lagi nunggu asesment ya penyebabnya apa di sana. Atau mungkin ada murid yang harus medis tangani dari hal yang tidak kita inginkan. Ada beberapa yang harus tertangani dengan penanganan medis,” ujarnya.
Menanggapi keracunan massal yang bukan kali pertama terjadi di Jawa Tengah, Sumarno mengingatkan kembali soal higienitas bahan hingga penyaluran makanan yang tak boleh terabaikan.
“Penyebabnya apakah kemarin itu lamanya antara bahan disiapkan, saat memasak, terus dari masak ke penyajian yang itu memang kadang waktunya terlalu lama, apakah juga dari bahan masak, higienisitas, dan ini lagi diasesmen dari teman-teman Dinas Kesehatan,” sambungnya.
BACA JUGA: Dukung MBG, Pemkab Blora Dorong Petani Melon Hidroponik Lokal Pasok SPPG
Perihal sanksi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, Sumarno menegaskan hal itu merupakan ranah Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau masalah sanksi dan sebagainya kan BGN nanti di sana (BGN). Ini juga dari tadi pagi saya minta Dinas Kesehatan, ternyata dari bagian (asesmen) juga ada di Dinas Kesehatan lagi membahas masalah ini,” pungkasnya.
Tim Satgas Percepatan MBG Jateng Duga Menu Ayam jadi Penyebab Keracunan MBG
Sementara itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jawa Tengah menduga kasus keracunan yang terjadi di Kabupaten Grobogan berasal dari menu ayam. Total ada 803 orang yang terdampak dalam kasus ini.
Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG, Hanung Triyono, mengatakan menu MBG yang para siswa konsumsi pada hari itu yakni nasi kuning, telur dadar, tempe orek, dan abon. Ia menyebut penyedia MBG itu dari SPPG Grobogan Gubug Kwaron 1. Dari 803 orang yang terdampak, 54 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dugaan sementara pada menu ayam. SPPG-nya dari SPPG Grobogan Gubug Kwaron 1. Statusnya sekarang berhenti operasional sementara. Jumlah penerima manfaat 2.904 orang,” ujar Hanung melalui WhatsApp, Selasa, 13 Januari 2025.
Pasca kejadian luar biasa (KLB) itu, kata Hanung, inspeksi kepatuhan terhadap SPPG sudah terlaksana. Adapun tim investigasi BGN, kepala regional, wakil kepala regional, dan koordinator wilayah melakukan inspeksi tersebut.
“SPPG yang terjadi KLB telah diberhentikan operasional sementara sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Penerima manfaat telah dikunjungi dan dipastikan keadaannya oleh tim investigasi BGN. Segala bentuk pengobatan pasien akan ditanggung oleh BGN,” pungkas Hanung.
803 pelajar keracunan MBG, 115 orang rawat inap
Terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan memperbarui data pelajar yang dugaan kuat keracunan MBG di Kecamatan Gubug. Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko, menyebut total ada 803 orang terdampak keracunan MBG per Selasa, 13 Januari 2025 pagi.
Djatmiko menuturkan, jumlah tersebut merupakan keseluruhan orang yang terdampak sejak awal laporan kasus ini. Saat ini, kata dia, sebagian besar sudah sembuh.
“Sudah sembuh, dari awal ya itu, jadi pengobatan di puskesmas, atau di tempat pondok, atau yang berobat di beberapa tempat itu kan jumlahnya 803 (orang) dan sudah dinyatakan membaik, sembuh, 688 [pelajar],” jelas Djatmiko.
BACA JUGA: 4 Skema MBG yang Saat Libur Sekolah Tetap Jalan: Siswa Bisa ke SPPG hingga Delivery ke Rumah
Djatmiko menyebut dari total keseluruhan orang yang dugaan kuat keracunan MBG tersebut, ada 115 orang yang menjalani rawat inap. Sebagian sudah sembuh dan dapat izin pulang.
“Dari 803 orang itu ternyata ada yang menjalani rawat inap, ada 115. Hari ini sudah dinyatakan 61 sembuh, tinggal 54 yang masih perawatan,” pungkas Djatmiko. (*)
Editor: Farah Nazila





