SEMARANG, beritajateng.tv – Pesona wisata sejarah Lawang Sewu di Kota Semarang tak pernah pudar. Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) kembali menjadikan bangunan ikonik peninggalan kolonial Belanda ini sebagai magnet wisatawan, mulai dari warga lokal, pelancong luar kota, hingga mancanegara.
Salah satu pengunjung, Rajwa Safira, wisatawan asal Surabaya, mengaku sengaja kembali mengunjungi Lawang Sewu untuk mengenang masa kecil sekaligus memperdalam pemahaman sejarah. Rajwa mengatakan, kunjungannya kali ini memiliki makna berbeda dibandingkan saat pertama datang bersama orang tuanya saat masih berusia sekitar lima hingga enam tahun.
“Dulu waktu kecil ke sini enggak tahu apa-apa, cuma ikut mama. Sekarang baru benar-benar lihat dan belajar sejarahnya. Aku ke Lawang Sewu karena pengin tahu sejarah tempat ini, terutama tentang perkeretaapian,” ujar Rajwa pada Kamis, 1 Januari 2026.
Menurutnya, Lawang Sewu menawarkan pengalaman wisata sejarah yang kuat, khususnya mengenai perjalanan kereta api di masa Hindia Belanda. Ia mengaku tertarik melihat berbagai koleksi yang ditampilkan, mulai dari alat-alat perkeretaapian tempo dulu, seragam pegawai, hingga tugas dan peran perkeretaapian pada zamannya.
BACA JUGA: Banyak Warga Jateng Pilih Liburan ke Luar Negeri saat Nataru, Turki dan Jepang Favorit
Rajwa yang menghabiskan liburan selama tiga hari di Semarang juga merasakan tingginya antusiasme wisatawan selama Nataru. Ia menyebut suasana kota, termasuk kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu, dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
“Rame banget tahun ini. Kayaknya banyak banget orang dari luar kota liburan ke Semarang,” katanya.
Ia pun membandingkan wisata sejarah di Semarang dengan Surabaya. Menurutnya, masing-masing kota memiliki karakter sejarah yang berbeda namun sama-sama menarik.













