Gaya Hidup

Ada Seribu Kuota Beasiswa Patriot, Lulusan Universitas Top Akan Transmigrasi ke Batam hingga Papua

×

Ada Seribu Kuota Beasiswa Patriot, Lulusan Universitas Top Akan Transmigrasi ke Batam hingga Papua

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara usai memberikan Kuliah Umum di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Jumat, 31 Oktober 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara usai memberikan Kuliah Umum di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Jumat, 31 Oktober 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Pihaknya menambahkan, Profesor Walter dari TUM telah menyatakan dukungan penuh terhadap program transformasi transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Ada 154 kawasan transmigrasi, Salor Merauke jadi fokus pemerintah

Sulaiman menjelaskan, saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi di Indonesia. Namun, kata dia, pemerintah tengah memusatkan perhatian pada tiga daerah prioritas: Barelang (Batam), Salor (Merauke, Papua Selatan), dan satu kawasan lain di Sulawesi Tengah atau Sulawesi Barat yang masih dikaji.

“Yang sekarang kita fokuskan ada di tiga tempat: Barelang di Batam, Salor di Merauke, dan satu lagi di Sulawesi Tengah atau Sulawesi Barat,” tuturnya.

Di antara ketiganya, kata Sulaiman, kawasan Salor Merauke disebut menjadi proyek penting karena kini ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan.

“Sekarang sedang di mekarkan menjadi ibu kota Provinsi Papua Selatan. Presiden juga sudah memberikan insentif, kalau tidak salah inisial plannya Rp1 triliun untuk membangun kantor pemerintahan di sana,” papar Iftitah.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di daerah transmigrasi seperti Papua Selatan dan Rempang kian cepat dengan hadirnya investasi besar, namun tetap harus berpihak kepada masyarakat lokal.

“Kita selalu mensyaratkan, seperti amanah Bapak Presiden, jangan menggusur masyarakat lokal. Transmigrasi hari ini adalah pemberdayaan masyarakat lokal agar ketika investasi masuk, mereka bisa terserap oleh lapangan kerja,” ujarnya.

Akui ada puluhan investor yang berminat di kawasan transmigrasi Indonesia

Menurut pengakuannya, terdapat sekitar 50 investor yang telah mengajukan minat masuk ke kawasan transmigrasi, dengan total nilai investasi mencapai triliunan rupiah. Sektor yang diminati beragam, mulai dari perkebunan, pertambangan, pertanian, hingga perikanan dan peternakan.

“Yang masuk ke meja saya itu sekitar 50 investor, nilainya triliunan rupiah. Tapi sedang kita tinjau karena kita ingin investasi ke kawasan transmigrasi melalui izin pelaksanaan transmigrasi itu harus menguntungkan masyarakat lokal,” ujarnya.

BACA JUGA: Peringati Hari Santri Nasional, Pemprov Jateng Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren