SEMARANG, beritajateng.tv – Sosok Ade Bhakti Ariawan menduduki peringkat pertama calon Wakil Walikota berdasarkan survei The Republic Institute.
Ade Bhakti Ariawan mendapat perolehan survei 22,3 persen, berdasarkan survei The Republic Institute untuk Pilwalkot Kota Semarang.
Peneliti The Republic Institute, Sufyanto mengatakan sosok Ade Bhakti Ariawan terbilang sangat fenomenal.
BACA JUGA: Ade Bhakti Daftar Cawawali di PDI Perjuangan, Nyatakan Siap Mundur ASN Jika Dapat Rekom
Ia merupakan aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.
Apalagi, berdasarkan data, pemilih di Kota Semarang, untuk ASN-nya sangat besar yakni sekitar enam persen.
Dengan persentase tersebut jelas bisa membuat nama Ade Bhakti meroket di urutan pertama survei. Pasalnya, ASN adalah bagian dari leader opinion yakni menjadi pemimpin opini di masing-masing lingkungan.
“Kira-kira masing-masing ASN kalau melihat dari konteks media sosial. Dia adalah aktor yang memiliki follower yang besar, bukan berarti pengikut yang terdaftar dalam akun media sosial. Tapi pengikut di lingkungan sekitar,” kata Sufyanto, Jumat 17 Mei 2024.
Ade Bhakti, lanjutnya, di lingkungan masyarakat Kota Semarang memiliki penerimaan sebagai ASN muda yang punya terobosan, responsif dan merakyat. Hal tersebut sangat diterima oleh masyarakat.
Apalagi masalah yang masyarakat Kota Semarang hadapi ini yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya soal kritik pembagian bansos yang tidak adil atau permasalahan infrastruktur saluran air.
Turun Langsung Atasi Persoalan
Ade Bhakti terlihat bisa menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi masyarakat dengan cara turun langsung ke lapangan. Hal ini nampak saat Ade masih menjabat sebagai Camat Gajahmungkur.
“Terlihat penerimaan di Gajahmungkur sangat tinggi sekitar 80 persen. Ada beberapa kebijakan yang ia lakukan di Damkar soal banjir juga sangat besar dampaknya. Karena memang sebagian besar wilayah Semarang memiliki masalah banjir,” tuturnya.
Sufyanto melihat dari perspektif hasil risetnya, Ade Bhakti memiliki kans, sepanjang ia bisa bisa menjaga ritme kehadirannya di tengah masyarakat Kota Semarang secara konsisten.
“Apa yang ia lakukan sekarang kalau konsisten sampai jelang Pilkada. Maka bukan tidak mungkin dia akan menjelma menjadi pemimpin yang masyarakat Semarang harapkan,” paparnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Undip, Wahid Abdulrahman menyebut jika Ade Bhakti cukup masif dalam bermedia sosial dan cukup responsif terhadap keluhan masyarakat.
“Tapi sekali lagi grassroot itu menjadi PR nya beliau. Dan kalau saya lihat belum bisa ke Wali Kota, beliau lebih tepat jika mendaftar calon wakil walikota,” ucapnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




