SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Program Waras Ekonomi sebagai strategi baru untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program inisiasi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti tersebut menghadirkan pendampingan usaha yang lebih terintegrasi. Mulai dari pendataan hingga pembukaan akses pasar.
Melalui Program Waras Ekonomi, seluruh proses pembinaan UMKM akan terhubung dalam satu ekosistem digital yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Sistem ini memungkinkan pelaku usaha mendapatkan layanan yang lebih terarah sesuai kebutuhan dan potensi bisnis masing-masing.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan program tersebut lahir dari kebutuhan pelaku UMKM yang selama ini kerap menghadapi kendala dalam memperoleh pembinaan berkelanjutan, promosi produk, hingga akses pemasaran yang lebih luas.
“Program ini bukan sekadar pendataan UMKM. Tetapi bagaimana pemerintah hadir mendampingi pelaku usaha agar benar-benar berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Selasa, 2 Juni 2026.
BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kominfo Kota Semarang bertugas melakukan sensus dan pendaftaran UMKM.
Selanjutnya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melakukan proses kurasi dan klasifikasi produk.
Sementara itu, Dinas Perdagangan akan menyediakan ruang promosi melalui showcase produk UMKM.
Seluruh produk yang telah terdata nantinya akan masuk dalam katalog digital sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenal dan membeli produk lokal Kota Semarang.
Agustina menjelaskan, Program Waras Ekonomi juga menerapkan pola pembinaan yang sistematis. Setiap pelaku usaha akan melalui tahapan pendataan, klasifikasi, kurasi, hingga pencocokan program atau business matching dengan OPD maupun mitra usaha yang relevan.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan dan program yang pemerintah berikan harapannya lebih tepat sasaran serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.
“Selama ini banyak program yang berjalan sendiri-sendiri. Melalui Waras Ekonomi, seluruh proses kami integrasikan sehingga pelaku UMKM bisa mendapatkan layanan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Semarang juga menyiapkan platform digital Waras Ekonomi yang dapat di akses melalui warasekonomi.semarangkota.go.id.
Platform tersebut akan menjadi pusat layanan bagi pelaku UMKM, OPD, dan mitra usaha. Dalam menjalankan proses pendampingan, promosi, hingga pengembangan bisnis.
Melalui sistem digital itu, pemerintah berharap kolaborasi antarinstansi dan pelaku usaha dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan terukur.
Agustina menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Karena itu, penguatan UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Kota Semarang.
“Pemkot Semarang ingin UMKM tumbuh bersama. Pemerintah hadir bukan hanya memberikan program. Tetapi juga membuka jalan agar usaha warga semakin maju, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





