Jateng

Agustina Respons Air PDAM Semarang yang Mati Berhari-hari, Minta Dewas Turun Lakukan Analisa

×

Agustina Respons Air PDAM Semarang yang Mati Berhari-hari, Minta Dewas Turun Lakukan Analisa

Sebarkan artikel ini
Agustina Respons Air PDAM Semarang yang Mati Berhari-hari, Minta Dewas Turun Lakukan Analisa
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons tentang keluhan masyarakat aliran air PDAM Semarang mati. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa hari terakhir warga di Semarang Timur dan sekitarnya mengeluhkan aliran air dari PDAM Tirta Moedal mati, bahkan di media sosial sempat ramai karena belum ada penanganan dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi, aliran air PDAM Tirta Moedal tersebut mati akibat kebocoran pipa air yang terkena alat berat pengerjaan proyek di kawasan Kaligawe.

Akibatnya, beberapa wilayah terdampak seperti Kaligawe, Muktiharjo, Tlogosari, Pedurungan, Semarang Timur hingga Genuk mengalami gangguan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons keluhan warga terdampak aliran air PDAM yang mati sejak Jumat 10 Juli 2026.

“Di sini PDAM harus meningkatkan kinerja ya, karena banyaknya keluhan dari masyarakat. Saya minta PDAM harus melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau,” kata Agustina, di Balai Kota, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia meminta PDAM untuk melakukan manuver agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Terlebih, menjelang musim kemarau sehingga perlu ada langkah khusus agar warga tidak terdampak.

“Ini kan jelang kemarau, harus ada manuver khusus untuk antisipasi. Apalagi ini soal air, kita sedang buat beberapa skema,” tambahnya.

Selain mempercepat pemulihan jaringan, Pemkot Semarang juga tengah menyiapkan skema distribusi air bersih bagi kawasan yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM.

Menurut Agustina, sejumlah permukiman hingga kini belum memiliki akses jaringan air bersih sehingga membutuhkan solusi alternatif ketika musim kemarau tiba.

Agustina mengaku, Pemkot tengah menyiapkan skema bantuan distribusi air bersih, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM.

“Sudah ada bantuan tangki air ke titik yang tidak ada aliran PDAM, dan titik yang tidak terjangkau oleh jaringan PDAM. Saya sudah minta ada skema menghadapi ini,” bebernya.

BACA JUGA: PDAM Reaktivasi Reservoir Siranda, Bisa Cover 30 Ribu Pelanggan Area Semarang Kota 

Sementara untuk langkah pembangunan jaringan baru tidak dapat dilakukan secara langsung pada wilayah yang belum memiliki saluran PDAM.

Agustina menyebut, alternatif yang PDAM siapkan adalah pengiriman air bersih menggunakan armada tangki.

“Nah kalau itu nggak ada jaringan, kita kan nggak bisa bangun. Yang bisa adalah kita mengirim air. Mudah-mudahan ini segera bisa terlaksana proses pembantuan air bersih,” paparnya.

Tak hanya itu, Agustina juga menyoroti lambatnya penanganan kebocoran pipa di Kaligawe yang berdampak luas terhadap layanan PDAM.

Untuk memastikan penyebab dan efektivitas penanganan, ia meminta Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Moedal turun langsung melakukan evaluasi.

Agustina meminta Dewan Pengawas (Dewas) PDAM untuk turun ke lapangan dan melakukan analisis terkait pelayanan PDAM.

Dia berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap kinerja PDAM, terutama menjelang musim kemarau.

“Saya minta dewas turun ya melakukan analisa, kalau melihat pegawainya PDAM pasti cukup kalau di gerakkan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp