Jateng

Agustina Targetkan Perbaikan 2.500 RTLH Semarang Tuntas Tahun Ini, Gandeng Pemerintah Pusat hingga CSR

×

Agustina Targetkan Perbaikan 2.500 RTLH Semarang Tuntas Tahun Ini, Gandeng Pemerintah Pusat hingga CSR

Sebarkan artikel ini
Agustina Targetkan Perbaikan 2.500 RTLH Tuntas Tahun Ini, Gandeng Pemerintah Pusat hingga CSR
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengecek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan menargetkan sedikitnya 2.500 unit rumah dapat diperbaiki sepanjang 2026.

Selain memperbaiki kondisi hunian warga, Pemkot juga mulai memetakan persoalan kesehatan masyarakat hingga infrastruktur lingkungan yang menjadi penyebab banjir di sejumlah kawasan.

Komitmen tersebut Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sampaikan usai meninjau sejumlah rumah warga yang masuk kategori RTLH di Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Minggu (12/7/2026).

Dari hasil kunjungannya, Agustina menemukan tidak hanya kondisi bangunan yang memprihatinkan, tetapi juga persoalan kesehatan penghuni yang belum tersentuh layanan secara optimal.

“Saya melihat ada beberapa rumah yang kondisinya memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya rumahnya, tetapi kondisi kesehatan warganya juga perlu mendapatkan perhatian. Saya meminta kepala puskesmas lebih aktif turun ke lapangan karena tadi ada warga yang mengalami stroke dan belum pernah terlaporkan. Mudah-mudahan mulai hari ini bisa segera mendapatkan penanganan,” ujar Agustina.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Semarang menargetkan sedikitnya 1.500 rumah diperbaiki melalui anggaran daerah pada tahun ini. Jumlah tersebut masih akan bertambah melalui dukungan program pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA: Program Bedah Rumah Semarang Berlanjut, Perkim Usulkan Perbaikan 472 RTLH Tahap 2 2026 

“Target dari Pemkot ada 1.500 RTLH. Kemudian dari pemerintah pusat direncanakan ada tambahan sekitar 1.000 rumah, tambah lagi bantuan dari pemerintah provinsi. Kalau masih belum mencukupi, kami akan menggandeng berbagai mitra melalui program CSR agar semakin banyak rumah warga yang bisa ada perbaikan,” katanya.

Menurut Agustina, percepatan program RTLH menjadi salah satu prioritas pembangunan karena menyangkut kualitas hidup masyarakat.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, ia optimistis target penyelesaian sekitar 2.500 rumah tidak layak huni dapat tercapai tahun ini.

“Ini menjadi prioritas utama kami. Paling tidak target sekitar 2.500 RTLH bisa kita selesaikan tahun ini,” tegasnya.

Dalam kunjungan yang sama, Agustina juga menerima laporan mengenai persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Mangkang Wetan. Setelah berdiskusi dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum, ia menemukan adanya penyempitan saluran air yang menghambat aliran menuju area persawahan sehingga air justru meluap ke permukiman warga.

“Tadi saya minta Dinas PU mengecek penyebabnya. Ternyata ada titik saluran yang menyempit sebelum masuk ke saluran irigasi sawah. Pintu airnya juga terlalu kecil sehingga aliran air tidak lancar. Saya minta pintu air ganti dengan ukuran yang lebih besar agar salurannya juga bisa di perlebar,” jelas Agustina.

Ia berharap perbaikan saluran tersebut mampu mengurangi limpasan air ke kawasan permukiman saat hujan deras.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur harus berjalan bersamaan dengan program sosial. Agar masyarakat tidak hanya memperoleh rumah yang layak, tetapi juga lingkungan yang lebih aman dan sehat. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp