“Mungkin kalau mau modifikasi cuaca itu pindahkan ke tempat lain yang kapasitas [menampung air] masih lebih baik, tapi belum tentu daerah itu juga aman dari hujan ekstrem. Jadi bisa saja hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika pengalihan hujan ke kawasan hulu seperti Kabupaten Semarang yang alirannya bermuara juga ke Kota Semarang, efeknya justru sama saja.
“Apalagi kalau dipindahkannya ke daerah hulu yang alirannya sampai ke hilir-hilirnya Kaligawe juga, ya sama saja, mungkin hanya menunda saja. Hujannya ditunda, tapi akar masalahnya tidak terselesaikan,” imbuhnya. (*)
Editor: Farah Nazila





