“Damri senantiasa berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan. Angkutan perintis Karimunjawa ini merupakan bentuk upaya kami meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Sumali.
Menurutnya, sebaran titik layanan dari pelabuhan, bandara, hingga desa-desa diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan akses yang semakin baik, pertukaran mobilitas orang dan barang bisa meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Karimunjawa,” katanya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut kehadiran Bus Damri Karimunjawa sebagai jawaban atas persoalan mahalnya biaya transportasi.
“Sebelumnya, masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya hingga ratusan ribu rupiah. Dengan tarif Rp7.000, layanan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan, pada tahap awal, prioritas layanan tersebut untuk warga Karimunjawa. Pemanfaatan bagi sektor pariwisata akan ada evaluasi lebih lanjut agar tidak terjadi benturan kepentingan.
Sebagai informasi, layanan Bus Damri Karimunjawa merupakan angkutan perintis untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai. (*)





