“Sekedar edukasi di mana anak mengenal keris, sehingga mengganggap keris itu bukan sesuatu yang mistik,” ungkap Putut Adi.
Senada dengan Putut, Khalik juga berharap dengan kegiatan ini masyarakat khususnya generasi muda tidak lagi menganggap jamasan keris sebagai hal yang mistis ataupun syirik.
“Di masyarakat Jawa juga demikan menggunakan dupa atau kemenyan. Harapannya tidak ada lagi yang menganggap klenik atau syirik,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





