Jateng

Aksi Bersih Kali Tawang Mas Semarang, 1,1 Ton Sampah Diangkat dari Sungai

×

Aksi Bersih Kali Tawang Mas Semarang, 1,1 Ton Sampah Diangkat dari Sungai

Sebarkan artikel ini
Aksi Bersih Kali Tawang Mas Semarang, 1,1 Ton Sampah Diangkat dari Sungai
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ikut dalam aksi bersih sungai Kali Tawang Mas Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggencarkan aksi bersih sungai untuk mengurangi risiko banjir, terutama di tengah musim penghujan.

Aksi bersih sungai ini berlangsung serentak di 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Di Kota Semarang, aksi berpusat di Kali Tawang Mas, Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Selasa, 24 Februari 2026.

Ratusan warga bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) memulai kegiatan dengan apel pagi, kemudian menyisir sungai untuk mengangkat sampah dan mengurangi endapan lumpur.

Agustina menegaskan bahwa posisi Semarang sebagai kota muara membuat pengendalian sampah di sungai menjadi prioritas utama. Berbagai aliran air dari wilayah atas, termasuk yang terhubung dengan Demak, bermuara di kota ini.

“Kota Semarang ini muara dari berbagai aliran air. Jadi yang paling penting, sampahnya harus kita keluarkan dari sungai. Kalau aliran lancar, risiko luapan saat hujan bisa kita tekan,” ujarnya.

Dalam aksi di Kali Tawang Mas, petugas dan warga mengangkat sekitar 1,1 ton sampah serta dua dump truck material hasil pengerukan.

Sekitar 450 orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, pada Sabtu (21/2), pembersihan Sungai Jaten berhasil mengangkut 1,4 ton sampah dengan partisipasi sekitar 350 warga.

Agustina menyebut aksi bersih sungai ini sudah beberapa kali berjalan secara serius, terutama di Kali Semarang.

Tantangan terbesar, menurutnya, adalah banyaknya endapan lumpur yang mempersempit alur sungai, di tambah sampah yang dibuang dari hulu maupun dari permukiman sekitar.

BACA JUGA: Semarak Sumpah Pemuda di Semarang, Aksi Bersih Sungai dan Cat Ulang Kampung Pelangi

“Penyakit sungai di Kota Semarang itu endapannya banyak, lalu di tambah sampah yang mampet. Hari ini kami kurangi lendutnya, sampahnya kita angkat supaya saat banjir tidak menghambat jalur air,” katanya.

Ia memastikan kegiatan bersih sungai akan menjadi agenda rutin. Pemerintah pusat mendorong pelaksanaannya minimal dua kali dalam sepekan.

Di tingkat kelurahan, kerja bakti bahkan sudah berlangsung hingga tiga kali seminggu untuk membersihkan jalan, saluran, dan lingkungan.

Untuk mempercepat penanganan titik rawan, Pemkot Semarang membentuk Satgas Berlian di setiap kelurahan sejak akhir 2025.

Satuan tugas ini memantau kondisi sungai melalui grup komunikasi cepat sehingga laporan sumbatan bisa langsung ditindaklanjuti.

“Begitu hujan deras dan ada laporan sampah menghalangi aliran, kami langsung tahu titiknya dan segera bergerak. Respons cepat ini sangat membantu mencegah dampak lebih besar,” jelas Agustina.

Selain mengangkat sampah, petugas juga menanam pohon di bantaran sungai sebagai langkah jangka panjang memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon yang kita tanam akan di rawat bersama warga setempat.

Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang di nilainya semakin tinggi. Ia optimistis, dengan jadwal yang jelas dan konsisten, warga akan terus berpartisipasi menjaga kebersihan sungai.

“Kami bergerak bersama. Kalau masyarakat antusias, pekerjaan seberat apa pun bisa kita selesaikan. Targetnya jelas, sungai bersih, aliran lancar, dan warga lebih aman saat musim hujan,” tuturnya.

Pemkot Semarang berencana melanjutkan aksi serupa di sejumlah sungai lain, termasuk wilayah Semarang Timur dan Kedungmundu. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp