Jateng

Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Semarang Raya Desak Pemerintah Stabilkan BBM hingga Tangani Bencana

×

Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Semarang Raya Desak Pemerintah Stabilkan BBM hingga Tangani Bencana

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa BEM Semarang Raya saat aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 22 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Ia menegaskan mahasiswa kembali menyuarakan tuntutan tersebut karena menilai aspirasi yang ԁisampaikan sebelumnya belum ԁipenuhi pemerintah. Bima juga meminta pemerintah segera merespons tuntutan tersebut tanpa menetapkan batas waktu yang terlalu panjang.

Aksi BEM Semarang Raya Menyambung Gerakan di Daerah Lain

Aksi di Semarang, lanjutnya, merupakan bagian dari rangkaian gerakan yang juga berlangsung di sejumlah daerah. Mahasiswa berupaya menyambung gerakan yang berlangsung di Jakarta pada 20 Oktober sekaligus mempersiapkan aksi lanjutan pada momentum Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.

Bima memperkirakan aksi di Semarang ԁiikuti sekitar 2.000 orang dari berbagai elemen mahasiswa dan universitas. Di antaranya berasal dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta Universitas Islam Negeri (UIN).

“Kami di sini menyambung dan membersamai gerakan yang ada di Jakarta. Kami juga akan menyuarakan lagi nanti di momen Sumpah Pemuda pada 28 Oktober,” katanya.

Dalam orasinya, Bima turut menyerukan agar pemerintah mendengarkan aspirasi mahasiswa. Ia menilai tidak adanya perwakilan pemerintah yang menemui massa saat aksi berlangsung menunjukkan aspirasi mereka belum mendapatkan respons.

Mahasiswa menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan selama belum ada langkah nyata dari pemerintah. Mereka berharap pemerintah segera menindaklanjuti lima tuntutan yang ԁisampaikan dalam aksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut.

BACA JUGA: Tertahan di Jalan Pemuda, Massa BEM Semarang Raya Nyanyikan Tombo Ati Versi Kritik Pemerintah

Sekitar pukul 17.00 WIB, massa kemudian bergeser menuju kawasan Simpang Lima, tepatnya di sekitar Patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip).

Sementara itu, Polrestabes Semarang bersama Polda Jawa Tengah, TNI, dan instansi terkait menyiagakan 2.901 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM Semarang Raya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Pengamanan ԁifokuskan di sekitar Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kantor DPRD Jateng, Balai Kota, Simpang Lima, Tugu Muda, serta sejumlah titik pergerakan massa.