SEMARANG, beritajateng.tv – Ribuan suporter PSIS Semarang dari Panser Biru dan Snex akan menggelar aksi demo di Markas Polda Jawa Tengah pada hari ini, Kamis, 26 Desember 2024.
Rencananya, aksi tersebut bakal berlangsung pada pukul 15.00 WIB nanti sebagai respons atas kericuhan saat laga PSIS Semarang melawan Malut United pada Minggu, 22 Desember 2024 lalu.
Kericuhan terjadi ketika suporter PSIS menggelar aksi protes di sisi timur Stadion Jatidiri. Aksi ini menjadi puncak kekecewaan suporter terhadap manajemen klub.
BACA JUGA: Podcast: Kepareng Wareng: Suporter Bakal Terus Boikot Nonton PSIS Biar Yoyok Out
Massa Panser Biru dan Snex yang mendesak CEO PSIS Yoyok Sukawi mundur mendapatkan tindakan represif berupa tembakan gas air mata dari aparat.
Gerakan kali ini merupakan gabungan inisiatif Aksi Kamisan Semarang dan Suporter Semarang Melawan. Tuntutan utama mereka yakni “Yoyok Out! Polisi Kolot!”.
View this post on Instagram
Desakan Aksi Kamisan Semarang dan Suporter Semarang Melawan
Melalui unggahan Instagram @aksikamisansemarang pada Rabu, 25 Desember 2024 malam, mereka menyerukan solidaritas untuk melawan tindakan eksesif aparat.
“Predikat kolot nampaknya layak kita sematkan pada aparat kepolisian. Tidak pernah belajar, tak tau diri dan mengulangi kejahatan berkali-kali. Belum usai kasus Gamma, seorang pelajar Semarang ditembak dan dibunuh oleh polisi, Minggu, 22 Desember 2024, kawan-kawan supporter PSIS Semarang yang melakukan aksi boikot dengan mengosongkan tribun kala pertandingan PSIS Vs Malut United, sebagai bentuk protes menuntut agar CEO PSIS mundur #YoyokOut mendapatkan tindakan eksesif dari aparat kepolisian,” tulis @aksikamisansemarang.
Aksi ini juga membawa trauma mendalam bagi suporter yang terlibat. Sebelumnya, pada laga melawan Bali United, mereka melakukan aksi serupa dengan mengosongkan tribun selatan dan utara. Mereka menuntut manajemen PSIS segera memenuhi poin-poin dalam surat tuntutan.
BACA JUGA: Panser Biru Bersikeras Boikot Laga Kandang PSIS Semarang, Wareng: Kita Bikin Rugi 1 Tahun Rp30 M
Kemarahan semakin memuncak setelah insiden pada Minggu lalu, di mana pendekatan represif aparat yakni dengan kekerasan. Penggunaan gas air mata dan peluru karet menyasar massa aksi yang sebenarnya bertujuan damai.
“Penggunaan gas air mata berlebihan dan tembakan peluru karet mengenai massa aksi pendukung PSIS Semarang. Pendekatan kekerasaan berulang kali dilakukan oleh institusi bobrok ini pada warga. Mari organisir diri untuk menjegal yoyok sukawi dan melawan balik kekerasan aparat,” imbuhnya.
Suporter PSIS Semarang berharap demo ini menjadi momen penting dalam memperbaiki hubungan antara manajemen, suporter, dan pihak keamanan.
Harapan mereka ialah manajemen klub lebih terbuka dan aparat lebih humanis dalam menyikapi aspirasi masyarakat. (*)





