SEMARANG, beritajateng.tv – Pertarungan sengit antara Alter Ego (AE) dan EVOS di final lower bracket MPL Indonesia Season 16 pada Sabtu (1/11/2025) akhirnya menentukan siapa yang berhak melangkah ke grand final untuk menantang ONIC Esports.
Selain tiket ke partai puncak, laga ini juga menjadi penentu siapa yang akan mewakili Indonesia di M7 World Championship.
Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk menjaga harapan meraih gelar juara. Sebelumnya, EVOS gagal menembus grand final setelah dikalahkan ONIC dengan skor tipis 3-2 di semifinal upper bracket.
Namun, tim berjuluk Macan Putih berhasil bangkit di babak semifinal lower bracket dengan kemenangan telak 3-0 atas Bigetron by Vitality (BTR), sang runner-up musim reguler.
Sementara itu, Alter Ego yang juga dikandaskan ONIC di final upper bracket dengan skor 2-3, harus berjuang kembali melalui jalur lower bracket.
BACA JUGA: Daftar Pemenang Turnamen eSport Piala KONI Road to Porprov 2025 di Kota Semarang
Meski sempat memaksakan laga hingga gim kelima, AE harus menempuh jalan panjang untuk kembali menantang ONIC di grand final.
Pertemuan antara AE dan EVOS kali ini menjadi ajang pembuktian tersendiri. Pada babak reguler, Alter Ego dua kali berhasil menundukkan EVOS dengan skor identik 2-1.
Di sisi lain, EVOS bertekad memutus tren buruk agar tidak menelan tiga kekalahan beruntun dari Alter Ego sekaligus menjaga peluang menuju M7.
Jalannya Pertandingan AE vs EVOS
Pada gim pertama, EVOS tampil meyakinkan dengan formasi Zhuxin (Swaylow), Hayabusa (Alberttt), Harith (Erlan), Hylos (Kyy), dan Gloo (Rendry).
Sementara Alter Ego mengandalkan Alice (Nino), Gatotkaca (Alekk), Yi Sun-shin (Yazukee), Valentina (Hijumee), dan Claude (Arfy).
EVOS langsung menunjukkan dominasinya sejak awal. Alberttt keluar sebagai MVP dengan torehan 5 kill, 11 assist, dan hanya 1 death.
Dalam waktu 17 menit 2 detik, EVOS menuntaskan perlawanan AE dengan skor kill 19–8.
Tak ingin kembali tertinggal, Alter Ego melakukan perubahan strategi di gim kedua. Hijumee berganti menggunakan Zhuxin, Nino turun dengan Yu Zhong, dan Arfy memakai Lapu-Lapu.
Perubahan ini membuahkan hasil manis—AE berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menuntaskan gim kedua hanya dalam 12 menit 26 detik.
Kontribusi besar datang dari Yazukee yang mencatat 9 kill dan 5 assist, disusul performa solid dari Arfy.
Momentum positif tersebut berlanjut di gim ketiga. Dengan kombinasi hero Yi Sun-shin, Zhuxin, Chou, Ruby, dan Helcurt, Alter Ego berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 usai menang dalam 15 menit 31 detik.
Namun, EVOS tak tinggal diam. Di gim keempat, Macan Putih kembali bangkit lewat permainan gemilang Rendyy (Uranus) dan Alberttt (Lancelot).
Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, memaksa laga berlanjut hingga gim penentuan.
BACA JUGA: Sosok dan Prestasi Aura Jeixy, Atlet Esport yang Ikut Ditangkap Polisi Bareng Chandrika Chika
Alter Ego Amankan Kemenangan dan Tiket M7
Pertarungan klimaks terjadi di gim kelima. Alekk tampil luar biasa dan dinobatkan sebagai MVP dengan KDA 1/0/6.
AE menutup gim dengan kemenangan telak 12-2 atas EVOS. Mengandalkan komposisi Lapu-Lapu (Nino), Yi Sun-shin (Yazukee), Zhuxin (Hijumee), Chou (Alekk), dan Cici (Arfy), mereka unggul di semua lini.
Dengan skor 3-2, Alter Ego hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan tiket menuju M7 sekaligus ke grand final melawan ONIC.
Pada akhirnya, AE menuntaskan segalanya di gim keenam dengan skor akhir 4-2. Kemenangan ini memastikan Alter Ego melaju ke grand final MPL ID Season 16 sekaligus mengamankan tempat di M7 World Championship, sementara EVOS harus puas finis di peringkat ketiga.(*)





