Hukum & Kriminal

Alwin Basri Diduga Terlibat Proyek Pemkot Semarang, Saksi: Beliau Sederhana dan Sering Puasa Senin-Kamis

×

Alwin Basri Diduga Terlibat Proyek Pemkot Semarang, Saksi: Beliau Sederhana dan Sering Puasa Senin-Kamis

Sebarkan artikel ini
Sidang Alwin Basri
Sidang lanjutan dugaan korupsi Mbak Ita dan Alwin Basri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu, 16 Juli 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu alias Mbak Ita, dan suaminya, Alwin Basri, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Dalam persidangan pada Rabu, 16 Juli 2025, seorang saksi pengurus PKK Kota Semarang tahun 2023, Sri Haryanto, memberikan keterangan terkait kegiatan Lomba Memasak Nasi Goreng yang pernah terselenggara secara besar-besaran.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, pensiunan PNS Pemerintah Kota Semarang itu menyebut lomba tersebut merupakan inisiatif Alwin Basri, yang saat itu menjabat sebagai Ketua PKK. Ia menjelaskan bahwa anggaran kegiatan tidak berasal dari dana PKK.

“Saat musyawarah lomba Nasi Goreng, setahu saya anggarannya dari pihak ketiga, termasuk untuk hadiah lomba. Kami dari PKK tidak ada anggaran untuk itu,” ujar Haryanto.

BACA JUGA: Pengacara Mbak Ita Hadirkan Empat Saksi Meringankan di Persidangan

Ia juga menyebut adanya kehadiran perwakilan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yakni Binawan, dalam rapat persiapan lomba tersebut.

Lomba nasi goreng itu berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), hingga Kecamatan, dan mencapai final di tingkat Kota Semarang. Acara puncak diselenggarakan di kawasan Simpang Lima dan diikuti oleh 16 kecamatan.

Meski demikian, Haryanto mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul dana untuk kegiatan tersebut.

“Kalau soal anggaran, setahu saya dibebankan ke para camat. Tapi uangnya dari mana, saya tidak tahu,” tambahnya.

Saksi sidang sebut Alwin Basri sosok pemimpin sederhana dan rutin puasa sunah

Sebagai seseorang yang pernah bekerja dengan Alwin Basri, Haryanto mengungkapkan bahwa Alwin adalah sosok pemimpin yang tegas dan sederhana.

“Beliau orang sederhana, tidak banyak ngomong, mengabdi dengan tegas dan selalu berpenampilan sederhana,” kata Haryanto.

Ia menambahkan bahwa Alwin adalah sosok pemimpin yang mudah berbaur dengan bawahannya. Alwin dinilai dapat memosisikan diri sewaktu menjadi pemimpin saat rapat dan di luar kegiatan.

Lebih lanjut, Haryanto mengatakan bahwa Alwin sosok yang agamis karena sering melakukan puasa sunah Senin-Kamis.

“Setahu kami karena setiap kegiatan terutama khusus hari Senin dan Kamis itu saya perhatikan, beliau selalu melaksanakan puasa,” tuturnya.

Haryanto juga mengungkap pernah melihat Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari, keluar dari ruang kerja Alwin Basri di Gedung PKK.

BACA JUGA: Jadi Saksi Sidang Korupsi Mbak Ita, Iswar Aminudin Akui Dapat Pengurangan TPP

“Itu hari Rabu, karena setiap Rabu ada rapat rutin bersama Pak Alwin. Soal urusannya saya tidak tahu,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, nama Alwin Basri juga keluar dari mulut Wakil Wali Kota Semarang saat ini, Iswar Aminudin. Iswar mengungkap adanya permintaan dari Alwin kepada Ketua Paguyuban Camat, Eko Yuniarto, untuk membantu mengumpulkan fee sebesar 20 persen dari proyek-proyek penunjukan langsung di beberapa kecamatan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mengindikasikan pola penyalahgunaan jabatan dan praktik gratifikasi yang melibatkan berbagai lapisan birokrasi.

Lantaran proses hukum masih terus bergulir, penasihat hukum Mbak Ita dan Alwin akan memanggil sejumlah saksi tambahan dalam sidang lanjutan mendatang.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Mbak Ita dan Alwin Basri beroleh dakwaan menerima gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp9 miliar melalui tiga modus berbeda. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp