Di sisi lain, ia mengungkap persiapan efektif tim bola tangan baru efektif selama tiga bulan atau sejak Juli. Namun, sejak Maret lalu Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jateng telah melakukan desentralisasi latihan.
Muhlisin pun meyakinkan tim bola tangan Jawa Tangah bisa memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk membenahi kekurangan-kekurangan tersebut.
“Idealnya, masa [tapering] ini dilakukan dua atau tiga minggu jelang kompetisi. Tapi melihat waktu latihan yang hanya tiga bulan, kami hanya bisa melakukan selama sepekan. Diharapkan pemain mencapai puncak performa saat bertanding,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





