Namun, saat itu pendaftaran tahap pertama telah di tutup. Ia akhirnya mendaftarkan keponakannya melalui dua jalur, reguler dan afirmasi atau kemitraan.
“Kita tuh sempat bingung ya, anak udah nangis, udah gini ya, terus kan aku bingung, terus ini mau ke mana kalau ndak sekolah ini, terus akhirnya saya nekat ke SMA Mardisiswa,” tuturnya.
Setelah mendaftar melalui jalur reguler, Siti juga mendaftarkan Kaylla melalui jalur afirmasi atau kemitraan tahap dua di SMA Mardisiswa.
Siti yang merupakan ibu rumah tangga itu mengaku bersyukur karena keponakannya masuk melalui jalur afirmasi atau kemitraan.
Ia juga mengatakan bahwa uang pendaftaran yang sebelumnya sudah dibayarkan di SMA Mardisiswa telah dikembalikan saat daftar ulang tahap dua jalur afirmasi.
“Ini tadi daftar ulang, sudah dikembalikan juga uang pendaftaran sama seragamnya. Jadi ya Alhamdulillah enggak bayar sama sekali,” ungkap Siti.
Dia memilih SMA Mardisiswa karena dekat dengan rumah. Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah swasta kemitraan yang digandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah untuk mendidik siswa yang berasal dari keluarga miskin.
Per Jumat, 11 Juli 2025, SMA Mardisiswa Semarang sudah menerima 2 murid dari jalur afirmasi dan 150 murid jalur reguler. (*)
Editor: Farah Nazila





