Akan tetapi, laga melawan Makau pada 6 September tetap penting. Selisih gol bisa jadi penentu siapa yang terbaik di antara runner-up, karena hanya juara grup dan empat runner-up terbaik dari 11 grup yang lolos ke putaran final.
Timnas U23 sebagai tuan rumah memiliki keuntungan atmosfer dan dukungan lokal. Namun, grup yang terlihat “ringan” ini rupanya penuh tantangan.
Korea Selatan adalah penghalang utama, Laos bisa menjadi lawan yang terbilang tidak merepotkan, dan Makau memaksa Garuda Muda menjaga efisiensi gol demi target lolos ke putaran final di Arab Saudi, Januari 2026.
Timnas U23 punya peluang besar di Grup J. Namun, perjalanan menuju putaran final tidak bisa dianggap ringan.
Kecermatan taktik, konsistensi performa, dan mental juara akan menjadi penentu utama. Fokus harus penuh, persiapan maksimal, dan tak ada ruang untuk lengah. (*)





