“Tentunya ini adalah para pekerja informal. Ada tukang bakso, ada pegawai bangunan, ada buruh pabrik, sopir bajaj, angkot, ojol, hingga para penjual-penjual yang bekerja di Jabodetabek, itu semuanya kita support,” tambahnya.
Mengenai standar armada, Bambang memastikan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama sesuai dengan instruksi Gubernur.
“Layanan gratis mudik dan balik rantau gratis ini bisa mengutamakan kenyamanan. Untuk itu, kami menyediakan bis yang paling tua tahun 2024, bahkan ada yang tahun 2026, dan juga telah memenuhi emisi Euro 4 sehingga ramah lingkungan. Para driver juga sudah kita briefing agar tidak boleh ngantuk, tidak boleh ugal-ugalan, dan dipastikan dalam kondisi fit,” tegas Bambang.
BACA JUGA: Bank Jateng Cabang Yogyakarta Jalin Sinergi dengan Polda DIY untuk Fasilitas Kredit
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menyebut program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama pekerja informal.
“Tahun ini hampir 18.000 warga difasilitasi mudik dan balik rantau gratis. Ini untuk membantu mereka yang setelah Lebaran kondisi keuangannya menipis,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk Bank Jateng, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)
Editor: Farah Nazila





