SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah menyebutkan kini provinsi ini memiliki anak asuh dari 1.137 keluarga risiko stunting.
Informasi ini sebagaimana penuturan Kepala BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, saat peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Semarang.
“Jateng sudah punya anak asuh 1.137 keluarga risiko stunting,” ujar Eka, Kamis, 5 Desember 2024.
Ia menjelaskan bahwa program Genting menjadi salah satu upaya penting untuk mengatasi stunting melalui peran aktif berbagai pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Bukan Semarang, BPS Ungkap Daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Jateng
Peluncuran Genting sendiri berlangsung serentak di 32 provinsi, terpusat di Karawang, Jawa Barat, oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji.
Eka juga menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan lima elemen utama, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Penduduk Indonesia lebih cepat memasuki bonus demografi, dan untuk Jateng, itu akan terjadi pada 2037. Namun, kita masih menghadapi masalah stunting,” katanya.
Stunting di Jawa Tengah masih 20,7 persen dari target di bawah 14 persen
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jateng, Ema Rachmawati, menambahkan bahwa angka stunting di Jawa Tengah masih berada pada 20,7 persen. Targetnya, angka tersebut harus turun di bawah 14 persen.
“Masih banyak hambatan dalam penanganan stunting, tidak hanya dari anaknya, tapi juga sejak sebelum menikah. Banyak remaja perempuan yang masih mengalami kekurangan energi kronis (KEK),” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa angka ibu menyusui di Jawa Tengah masih rendah, di bawah 60 persen.
“Pemberian ASI eksklusif sebenarnya sangat penting untuk anak baru lahir hingga usia enam bulan,” tambahnya.
BACA JUGA: Gaet Anak Muda Bertani, Kementan Gelar Program Petani Milenial, Ini Cara Daftarnya: Gaji Rp10 Juta!
Menteri Wihaji, dalam sambutannya secara daring, mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah mengatasi stunting.
“Per hari ini, sudah ada 11.207 anak asuh yang didampingi oleh 4.920 orang tua asuh dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
Program Genting memfasilitasi hubungan langsung antara orang tua asuh dan anak asuh melalui tim pendamping keluarga.
Penandatanganan komitmen bersama oleh organisasi seperti PKK, Dharma Wanita, dan BKKBN menjadi bagian dari kegiatan ini. Langkah ini harapannya mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Tengah. (*)
Editor|: Mu’ammar R. Qadafi





