“Artinya Pak Luthfi cukup demokratis terkait dengan aspirasi masyarakat yang muncul. Walaupun nanti itu berdampak terhadap indikator dalam RPJMD yaitu pendapatan asli daerah,” terangnya.
Dari perspektif kebijakan publik, lanjut Saleh, potongan harga pajak dapat terpahami sebagai strategi fiskal yang efektif. Selain meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi, kebijakan itu juga berpotensi mengoptimalkan penerimaan daerah melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak.
“Bagi masyarakat, diskon memberikan rasa keuntungan. Ada pengurangan beban yang terasa signifikan, sehingga mendorong mereka untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Ribuan Hektare Sawah di Jateng Terdampak Banjir, Mohammad Saleh Tekankan Perlindungan Petani
Lebih lanjut, Mohammad Saleh, memberi catatan agar aspek kehadiran dan komunikasi publik Luthfi-Yasin juga di perkuat. Ia mencontohkan kehadiran Luthfi saat meninjau perbaikan jalan dan penanganan bencana sebagai bentuk kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat.
“Kriteria dalam menilai kepemimpinan itu bukan hanya berbasis data, tapi juga ada aspek humanisme. Saya usul, yang seperti itu (mengunggah aktivitas di media-red) walaupun tidak suka harus terlaksana,” kata Mohammad Saleh.
“Karena ibaratnya sesuatu yang baik jika cara penyampaiannya dengan baik, akan menjadi baik. Tapi sesuatu yang baik karena tidak pernah disampaikan, orang tahunya tidak baik. Jadi menurut saya ini penting, media sosialnya suatu sunatullah,” imbuhnya. (*)
Editor: Farah Nazila





