Hasil minor ini memaksa manajemen untuk segera mengevaluasi kinerja seluruh anggota skuad Persijap Jepara. Mereka kini hanya mengoleksi dua belas poin dari sembilan belas pertandingan yang sudah terlaksana. Selisih poin dengan tim di zona aman peringkat lima belas kini mulai melebar.
Pelatih harus memutar otak guna mengembalikan kepercayaan diri pemain sebelum laga pekan depan. Minimnya efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi tim kepelatihan saat ini. Tanpa perbaikan signifikan, impian tetap bertahan di kasta tertinggi liga bisa saja sirna.
Kebutuhan akan poin penuh sangat mendesak demi menjaga asa lolos dari jeratan zona degradasi. Pemain harus fokus penuh pada setiap sisa pertandingan yang akan mereka hadapi nantinya. Kesalahan kecil dalam koordinasi pertahanan jangan sampai terulang lagi pada pertandingan berikutnya. (*)





