Dengan demikian, Festival ASN 2025 bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi dan praktik awal jati diri baru birokrasi Semarang: pelayan publik yang tak hanya cerdas secara administratif. Tetapi juga manusiawi dalam bertindak, sebuah lompatan dari “pikiran pelayan” menuju “hati warga” yang solutif. (*)
Editor: Elly Amaliyah





