SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi anak muda, nongkrong di kafe adalah salah satu pilihan utama dalam menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman sebaya. Konsep cat cafe Semarang menjadi sesuatu yang unik.
Bagaimana dengan nongkrong ditemani belasan kucing yang lucu nan menggemaskan? Konsep tersebut menjadi andalan Lamiao Cat Cafe, salah satu kafe yang terletak di Jalan Kusumawardani, Pleburan, Kota Semarang. Cat cafe Semarang ini banyak dikunjungi pecinta kucing.
Bukan hanya sekadar makan dan minum, Lamiao Cat Cafe menawarkan sensasi nongkrong dengan belasan ekor kucing yang siap menemani para pengunjung.
BACA JUGA: Menikmati Dessert Sekaligus Bermain Bersama Kucing dan Anjing di The Fur Season
Pemilik Lamiao Cat Cafe, Cindy Canthika mengatakan, ide membuka kafe dengan menghadirkan belasan kucing berawal dari kesukaannya terhadap hewan tersebut. Ia pun kemudian mengadopsi cat cafe yang telah umum ada di Jepang.
“Awal mulanya lebih ke hobi pelihara kucing, awalnya dua, tiga, sepuluh, lama-lama ada tiga puluh,” kata Cindy kepada beritajateng.tv, Kamis 13 Juli 2023.
Berawal dari jumlah kucingnya yang semakin hari semakin bertambah banyak, Cindy kemudian merasa kewalahan. Hingga akhirnya tercetus untuk “memperkerjaakan” kucing miliknya.
“Pusing ngerawatnya dengan biaya besar juga, akhirnya kepikiran apa kucingnya suruh kerja ya, akhirnya bikin kafe ini,” lanjutnya sambil tertawa.
BACA JUGA: Uniknya The Fur Season Pet Resort, Tempat Penitipan Anjing dan Kucing ala Sultan
Cindy mengungkapkan rencana membuka Lamiao telah muncul sejak 3 tahun yang lalu. Namun karena berbagai persiapan yang harus ia lakukan, Lamiao Cat Cafe baru resmi beroperasi pada 15 Mei 2023.
“Ada 18 kucing dengan 7 ras berbeda. Mulai dari jenis persia, persia peaknose, ragdoll, sphynk, munchkin, maine coon, scottish, hingga domestik atau kucing kampung. Semuanya peliharaan aku dari kecil,” terangnya.
Salah satu pengunjung Lamiao Cat Cafe, Dinda mengatakan kafe ini memiliki konsep yang menarik. Apalagi bagi orang yang memang menyukai kucing.
“Konsepnya unik, seru banget bisa nongkrong dan bermain kucing, pasti bakal kesini lagi,” ungkapnya.
Cat cafe tetap perlu perhatikan kebersihan makanan
Menggabungkan konsep nongkrong makan dan minum dengan ditemani kucing ternyata tak semudah itu. Cindy yang juga seorang mahasiswi Kedokteran Gigi memberi perhatian lebih pada kebersihan makanannya.
“Gimana caranya makan tetap bersih walaupun ada kucing, menyatukan hewan dan makanan kalau saya pikir-pikir kan nggak higienis,” lanjutnya.
Akhirnya, Cindy memilih menggunakan air purifier untuk menyaring bulu-bulu kucing yang berterbangan. Selain itu, air purifier juga bisa menghilangkan aroma tak sedap yang mungkin muncul karena kucing.
BACA JUGA: Mengenal Kucing Ragdoll yang Mengemaskan, Bermata Biru dan Karakternya Mirip Anjing
Selain dari sisi kebersihan, Cindy juga sangat memperhatikan kenyamanan para kucing. Terlebih kucing adalah hewan teritorial dan dapat merasa stres.
“Sempet waktu awal buka, dulu belum ada pembatasan, dulu full semua pengen pegang kucing, saat mereka tidurpun nggak ada yang mikir mereka butuh istirahat. Akhirnya sempet stres dan sempet ada kucing yang sakit,” jelasnya.
Dari peristiwa-peristiwa tersebut kemudian Cindy membuat beberapa aturan bagi pengunjung. Mulai dari tak boleh mengangkat atau menggendong kucing, hingga jam istirahat bagi kucing pada pukul 14.30 – 16.00 WIB.
Semua aturan tersebut demi memberikan kenyamanan pada kucing.
“Harapannya lebih banyak yang cinta sama kucing, yang tadinya nggak suka jadi suka. Memperkenalkan kucing itu pet yang friendly,” harap Cindy. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





