SEMARANG, beritajateng.tv – Dua tahun beroperasi, AWANNCOSTA tak sekadar merayakan pertambahan usia. Destinasi lifestyle di kawasan wisata bibir pantai POJ City, Semarang, kini membawa modal lebih dari 1,3 juta kunjungan untuk melangkah ke tahun ketiga.
Perayaan ulang tahun kedua AWANNCOSTA melalui program undian berhadiah bertajuk Gebyar Gebyur.
Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada pengunjung, tenant, mitra usaha, komunitas, vendor hingga berbagai pihak yang selama dua tahun ikut membangun ekosistem AWANNCOSTA.
BACA JUGA: PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional
Namun, perayaan ini juga menjadi momentum untuk melihat seberapa jauh destinasi tersebut mampu tumbuh di tengah persaingan bisnis lifestyle, kuliner, retail dan hiburan yang semakin ketat di Kota Semarang.
Operational Manager AWANNCOSTA, Nanda Yulianti, mengatakan perjalanan dua tahun menjadi bukti bahwa keberadaan sebuah destinasi tidak bisa berdiri sendiri.
Dukungan pengunjung dan para mitra menjadi bagian penting dalam perkembangan kawasan tersebut.
“Di usia yang ke-2 ini, kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengunjung, partner, sponsor dan stakeholder yang telah memberikan kepercayaan kepada AWANNCOSTA,” ujar Nanda.
Ia mengatakan program undian Gebyar Gebyur AWANNCOSTA menjadi salah satu cara untuk membalas kepercayaan yang masyarakat berikan selama ini.
“Hadiah yang kami hadirkan bukan sekadar bagian dari perayaan. Ini merupakan bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada mereka yang telah menjadikan AWANNCOSTA sebagai bagian dari keseharian dan perjalanan lifestyle di Kota Semarang,” katanya.
Dari Destinasi Lifestyle ke Ekosistem Ekonomi
Di tengah perkembangan destinasi baru di Semarang, tantangan terbesar bukan sekadar mendatangkan pengunjung pada saat pembukaan.
Tantangan yang lebih besar adalah menjaga mereka tetap datang kembali.
Dalam dua tahun terakhir, AWANNCOSTA mencatat lebih dari 1,3 juta kunjungan. Angka tersebut menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap konsep destinasi yang memadukan kuliner, retail, leisure dan aktivitas komunitas.
Namun, jumlah pengunjung saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah kawasan.
Kekuatan sebuah destinasi juga ditentukan oleh seberapa besar aktivitas ekonomi yang dapat tumbuh di dalamnya.
Corporate General Manager Business Development AWANNGROUP Hotel & Property Management, Jessyca Artha, mengatakan AWANNCOSTA ingin membangun ekosistem yang memberi dampak lebih luas bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Dua tahun bagi AWANNCOSTA bukan sekadar pencapaian usia, tetapi merupakan perjalanan membangun sebuah ekosistem yang terus berkembang bersama para partner, tenant, vendor, pekerja, komunitas dan tentunya para pengunjung,” ujar Jessyca.
Menurut dia, keberlanjutan sebuah destinasi tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah orang yang datang.
“Keberlanjutan sebuah destinasi juga harus dilihat dari seberapa besar dampak dan nilai yang dapat diciptakan bagi ekosistem di sekitarnya,” katanya.
30 Tenant, 200 Vendor Lokal dan 1.000 Pekerja
Selama dua tahun perjalanan, AWANNCOSTA mencatat sejumlah perkembangan dalam ekosistem bisnisnya.
Kawasan tersebut telah menjalin kerja sama dengan lebih dari delapan corporate partner. AWANNCOSTA juga menghadirkan lebih dari 30 tenant retail dan menggelar lebih dari 100 aktivitas untuk menarik kunjungan masyarakat.
Di balik aktivitas tersebut, lebih dari 200 vendor lokal disebut ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dan pengembangan kawasan.
Sementara itu, sekitar 1.000 pekerja kini menjadi bagian dari ekosistem yang terbentuk melalui operasional kawasan, tenant, mitra usaha, vendor dan berbagai aktivitas yang berlangsung.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sebuah destinasi lifestyle tidak hanya berfungsi sebagai tempat masyarakat berkumpul dan menghabiskan waktu.
Di belakang aktivitas pengunjung, terdapat rantai ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM, pekerja, pemasok hingga berbagai perusahaan mitra.
“Kami ingin terus menciptakan ruang bagi pelaku usaha, membuka kesempatan kerja, dan menghadirkan kolaborasi yang memberikan nilai tambah serta kontribusi bagi perekonomian Kota Semarang,” ujar Jessyca.
Gebyar Gebyur Jadi Bentuk Apresiasi
Perayaan ulang tahun kedua AWANNCOSTA tahun ini dipusatkan melalui program Gebyar Gebyur.
Program undian berhadiah tersebut dihadirkan sebagai salah satu rangkaian anniversary untuk melibatkan masyarakat dalam perayaan dua tahun perjalanan AWANNCOSTA.
Kemeriahan program ini juga didukung sejumlah sponsor dan mitra. Antara lain Djarum, Polytron, AQUA, Sido Muncul, BCA, blu by BCA Digital serta tenant-tenant yang berada di kawasan AWANNCOSTA.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kawasan tetap aktif dengan berbagai program.
Sebab, di tengah persaingan tempat wisata dan lifestyle, sebuah destinasi tidak cukup hanya mengandalkan lokasi dan tenant.
Pengelola harus terus menghadirkan alasan baru agar masyarakat kembali berkunjung.
Masuk Tahun Ketiga, Tantangan Menjaga Konsistensi
Memasuki tahun ketiga, AWANNCOSTA membawa pekerjaan yang tidak ringan.
Membangun popularitas dapat melalui promosi dan berbagai event. Namun, menjaga konsistensi kualitas pelayanan, aktivitas tenant dan pengalaman pengunjung menjadi tantangan yang lebih panjang.
AWANNCOSTA kini berada pada fase untuk membuktikan apakah pertumbuhan selama dua tahun pertama dapat di terjemahkan menjadi keberlanjutan dalam jangka panjang.
Dengan keunggulan lokasi di kawasan wisata bibir pantai POJ City, AWANNCOSTA memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai salah satu ruang berkumpul masyarakat di Semarang.
Namun, perkembangan kawasan juga perlu bersamaan dengan inovasi yang konsisten.
Nanda mengatakan perjalanan dua tahun menjadi pijakan untuk terus menghadirkan berbagai program dan pengalaman baru.
“Memasuki tahun ketiga, kami membawa semangat yang sama, yaitu bersyukur, konsisten, terus berkolaborasi dan terus memberikan dampak,” ujarnya.(*)





