Jateng

Banjir Masih Rendam Sebagian Pantura Hingga Kini, Pemprov Jateng Andalkan Rekayasa Cuaca BNPB

×

Banjir Masih Rendam Sebagian Pantura Hingga Kini, Pemprov Jateng Andalkan Rekayasa Cuaca BNPB

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin, 2 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Kalau kendala sampai saat ini tidak ada kendala yang signifikan. Akses-akses yang kemarin terputus juga alhamdulillah sudah bisa kita atasi,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan penanganan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap tanggap darurat. Pemerintah provinsi belum masuk ke fase pascabencana.

“Ini kan masih penanganan kedaruratan, belum sampai ke pascabencana. Nanti tentu setelah ini akan ada penanganan pascabencana,” pungkas Sumarno.

BPBD Jateng Ungkap Banjir di Pesisir Pati hingga Pemalang Belum Surut

Sebelumnya, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut banjir masih terjadi di sejumlah daerah, meliputi Demak, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Jepara, Kudus, hingga Pati.

Banjir di Kabupaten Pati, yang terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026 malam, hingga kini masih belum sepenuhnya surut. Delapan kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Pati, Tayu, Dukuhseti, Gabus, Juwana, Jakenan, Sukolilo, dan Kayen.

“Masih banjir hingga saat ini karena wilayahnya merupakan daerah pesisir, mendekati muara pantai, dan memang tidak memiliki tanggul. Kalau terjadi rob atau limpasan air, memang mudah meluap ke wilayah tersebut,” ujar Bergas saat dihubungi via WhatsApp Call, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menjelaskan, meski sebagian wilayah mulai surut, genangan masih terjadi di 45 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Wilayah hilir dan pesisir seperti Juwana, Dukuhseti, dan Gabus masih tergenang hingga kini.

BPBD setempat juga telah mendirikan dapur umum di Desa Bulumanis Kidul dan Kantor BPBD Pati. Selain itu, kegiatan pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk pengalihan jalur alternatif akibat longsor di Kecamatan Sukolilo menuju Desa Sumbersoko.

Untuk penanganan jangka menengah, BPBD mendorong normalisasi Sungai Lankir di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, rehabilitasi tanggul Sungai Ngawen, serta koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Banjir di Pekalongan Belum Surut