Ekbis

Bank Indonesia Gelar Festival Jateng Syariah 2025 Perkuat Ekosistem Halal

×

Bank Indonesia Gelar Festival Jateng Syariah 2025 Perkuat Ekosistem Halal

Sebarkan artikel ini
BI Gelar Festival Jateng Syariah 2025 Perkuat Ekosistem Halal
Pembukaan Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025 di Queen City Mall Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Fajar 2025, BI Jateng juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama, KNEKS, KDEKS, MUI, LPPOM MUI, MES, Baznas, Dekranasda. Serta pondok pesantren, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi dan mitra strategis lain.

Sebagai rangkaian road to FAJAR 2025, berbagai kegiatan telah berlangsung sejak Juli 2025, meliputi edukasi dan sosialisasi eksyar, pelatihan pelaku usaha syariah, fasilitasi sertifikasi halal untuk rumah potong hewan RPH) maupun rumah potong unggas (RPU), juru sembelih halal (Juleha), serta business matching pembiayaan syariah.

Penyelenggaraan FAJAR pada tahun ini juga dimeriahkan oleh Festival Santri Jawa Tengah (Fitra) pada 22 – 24 Juli 2025 lalu di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan sebagai bagian dari upaya mengangkat potensi santri dan mendorong peran aktif santri dalam pengembangan ekonomi syariah.

Pentingnya Keuangan dan Ekonomi Syariah

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Bank Indonesia dan sejumlah stakeholder terkait yang telah Pemerintahan Jawa Tengah untuk menyosialisasikan visi-misi keempat yakni keuangan dan ekonomi syariah yang akan di implementasikan pada tahun ketiga tematik pembangunan

“Karena tahun pertama kita berbicara tentang infrastruktur, ada tahun kedua kita pangan dan ketiga kita bicara tentang ekonomi. Di dalamnya ada ekonomi syariah, ekonomi keuangan syariah, lalu ada pariwisata ramah muslim,” jelas Taj Yasin.

Menurutnya, ekonomi syariah sudah di bangun dari tahun. Kegiatan ekonomi syariah seperti yang ada saat ini pun tinggal lebih masif di 35 kabupaten/kota.

“Kami minta kepada stakeholder yang ada di Jawa Tengah untuk mengkampanyekan ini semua, untuk menyampaikan ini semua sehingga kita bersama-sama berkumpul. Tujuannya adalah untuk pertumbuhan ekonomi yang ada di Jawa Tengah itu sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut, Taj Yasin mengajak mal di Jateng yang memiliki foodcourt untuk menciptakan kenyamanan. Kepada mayoritas muslim dan wisatawan yang datang ke Jawa Tengah untuk menyediakan halal corner. Ada pula nonhalal corner.