KEBUMEN, beritajateng.tv – Bank Jateng turut berpartisipasi dalam mendukung acara besar soft launching Kebumen Fest 2025 pada Rabu, 6 Agustus 2025, di Pendopo Kabumian dengan pemukulan gong oleh Bupati Lilis Nuryani. Festival bertemakan “Kebumen to the World” ini akan berlangsung selama delapan hari, dari 23-30 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu perayaan terbesar bagi Kabupaten Kebumen, termasuk penetapan Geopark Kebumen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.
Bank Jateng menunjukkan komitmennya untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal, terutama dalam bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai bagian dari kegiatan Kebumen Fest 2025, Bank Jateng memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner, batik, hingga kerajinan tangan, yang pastinya akan meningkatkan eksposur dan omzet bagi para pelaku usaha tersebut.
Haryono Wahyudi, Ketua Panitia Kebumen Fest, mengatakan bahwa festival ini sebagai etalase untuk mempromosikan potensi lokal Kebumen.
BACA JUGA: Kolaborasi Cegah Stunting dengan Pemkot, Bank Jateng Dukung Program Genting di Magelang
“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi UMKM untuk berpartisipasi. Tak hanya berfokus pada penjualan, tapi juga kebangkitan semangat kolaborasi dalam masyarakat Kebumen,” ujarnya.
Meskipun panitia menargetkan 100 booth untuk para pelaku UMKM, animo yang sangat besar dari masyarakat membuat jumlah pendaftar melebihi ekspektasi.
“Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 200 booth yang mendaftar. Kami sangat senang dengan antusiasme ini. Sayangnya, hanya 100 booth yang dapat kami tampung di lokasi festival. Sisanya, sekitar 100 booth terpaksa kami masukkan dalam daftar waiting list,” tambah Haryono.
Bank Jateng Dukung Penguatan Ekonomi Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Tri Nugroho, Pemimpin Bank Jateng cabang Magelang, juga menegaskan pentingnya acara ini bagi penguatan ekonomi wilayah.
“Bank Jateng hadir bukan hanya sebagai sponsor, tetapi juga sebagai mitra yang berkomitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Kebumen Fest 2025 memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM di Kebumen untuk memperluas pasar mereka. Bank Jateng sangat mendukung inisiatif ini. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kebumen akan semakin maju dan terkenal,” ungkap Tri Nugroho.
BACA JUGA: Bank Jateng Perkuat Literasi Keuangan Pelajar dengan Sosialisasi Tabungan SimPel
Selain itu, Slamet Wintolo, Pemimpin Bank Jateng cabang Kebumen, menyampaikan pihaknya sangat bangga dapat menjadi bagian dari Kebumen Fest 2025.
“Sebagai bagian dari komunitas Kebumen, Bank Jateng berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Selain itu, masyarakat Kebumen semakin mengenal produk unggulan daerah kita,” ujar Slamet.
Ia juga menambahkan bahwa Bank Jateng melihat Kebumen Fest 2025 sebagai peluang untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan dunia usaha.
“Festival ini bukan hanya tentang merayakan keberagaman budaya Kebumen, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi ekonomi yang ada. Kami berharap acara ini dapat memberi dampak positif bagi perekonomian Kebumen yang lebih inklusif dan berkembang,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Lilis Nuryani dalam pidatonya menyampaikan bahwa Kebumen Fest 2025 bukan hanya sebuah festival, tetapi sebuah bentuk rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran.
“Festival ini adalah upaya kita bersama untuk membangkitkan kembali ekonomi, merawat budaya, dan merayakan jati diri kita sebagai warga Kebumen,” ujarnya.
Festival ini semakin menarik dengan hadirnya beragam acara, termasuk Kebumen Culture Festival, Kebumen Fashion Fest, dan berbagai pertunjukan musik. Tiket konser untuk sejumlah grup musik dan artis sudah terjual habis.
Artinya, minat masyarakat untuk merayakan Kebumen Fest 2025 sangat besar. Kebumen Fest 2025 menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





