PEKALONGAN, beritajateng.tv – Bank Jateng menyalurkan bantuan berupa sembako untuk para korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pekalongan.
Penyerahan bantuan ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Kedungwuni, pada Jumat, 24 Januari 2025.
Adapun penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis bertepatan dengan pemberian bantuan dari Dharma Wanita Kabupaten Pekalongan, BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Acara penyerahan bantuan tersebut di hadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh yang di dampingi Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Sigit Nurbiyanto.
BACA JUGA: Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Beri Hadiah Motor dari Undian Tabungan Bima
Bantuan sembako akan di salurkan langsung ke lima titik lokasi terdampak bencana, yaitu Desa Pakis Putih, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kelurahan Kedungwuni Barat, Desa Kedungpatangewu, dan Kecamatan Petungkriyono.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Sigit Nurbiyanto, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas bencana yang menimpa warga Kabupaten Pekalongan.
“Kami turut berduka cita atas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Pekalongan. Sebagai bentuk kepedulian, kami memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dalam menghadapi kondisi yang sulit ini,” ujar Sigit Nurbiyanto.
Wakil Ketua III DPRD Jateng, Mohammad Saleh juga menyampaikan apresiasi terhadap bantuan yang Bank Jateng telah berikan.
“Kami berterima kasih atas bantuan sembako yang telah diberikan. Baik yang diserahkan langsung di lokasi maupun yang sudah diantarkan ke Kecamatan Petungkriyono. Kehadiran bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pekalongan telah menyebabkan 22 orang meninggal dunia. Sementara 4 orang lainnya masih dalam pencarian.
BACA JUGA: Menang Undian Tabungan Bima, Enam Nasabah Bank Jateng Kendal Raih Mobil Listrik dan Motor Hybrid
Dampak bencana ini juga telah merusak rumah dan infrastruktur di beberapa wilayah, sehingga menyebabkan kesulitan besar bagi para korban. (*)
Editor: Farah Nazila





