Ekbis

Bank Jateng Syariah Sabet Penghargaan Indonesia Best Sharia Business Unit of Regional Bank 2025

×

Bank Jateng Syariah Sabet Penghargaan Indonesia Best Sharia Business Unit of Regional Bank 2025

Sebarkan artikel ini
bank jateng syariah
Eksekutif Senior Syariah Bank Jateng, Agus Sapto Prasetio menerima penghargaan Indonesia Best Sharia Business Unit of Regional Bank 2025 dalam acara Indonesia Sharia and Halal Top Brand Awards 2025 di Sultan Hotel Jakarta, Selasa 25 Februari 2025. (Berita Jateng)

JAKARTA, beritajateng.tv – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jateng memenangkan penghargaan Indonesia Best Sharia Business Unit of Regional Bank 2025 dalam ajang Indonesia Sharia and Halal Top Brand Awards 2025.

Acara yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi pada 25 Februari 2025 di Sultan Hotel Jakarta ini mengusung tema “Creating Halal and Sharia Ecosystem through Digitalization to Increase Economic Resilience”.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Bank Jateng Syariah dalam memperkuat ekosistem pemerintah daerah melalui inovasi produk dan layanan berbasis syariah.

Penghargaan ini juga menjadi bukti komitmen Bank Jateng Syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Prestasi Gemilang, Bank Jateng Raih 3 Penghargaan di Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kapitalisasi pasar keuangan syariah Indonesia pada 2024 mencapai Rp6.825,3 triliun, mengalami kenaikan 11,1 persen.

Pertumbuhan ini juga tercermin dari kinerja Bank Jateng Syariah yang terus mengoptimalkan layanan digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Eksekutif Senior Syariah Bank Jateng, Agus Sapto Prasetio, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras tim dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan inklusif. Kami fokus memperkuat ekosistem lokal melalui produk dan layanan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah. Digitalisasi menjadi tulang punggung strategi kami untuk memastikan akses layanan yang cepat dan mudah bagi nasabah,” ujar Agus dalam keterangannya.

CEO Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, dalam sambutannya di acara penghargaan menyatakan bahwa digitalisasi dan tata kelola yang baik menjadi pilar utama pertumbuhan industri syariah

“Inovasi ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar. Selain itu, 89,62% perusahaan telah menerapkan GCG (Good Corporate Governance), sementara 44,34% aktif dalam program CSR,” kata Ihsan.

BACA JUGA: Dua Nasabah Bank Jateng Capem Unnes dapat Hadiah Emas dan Motor Yamaha NMax

Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI 2021–2025, Adiwarman A. Karim, menyoroti perbedaan mendasar antara ekonomi syariah dan konvensional.

“Hal ini mencegah pertumbuhan ekonomi semu yang tampak cepat tetapi rapuh. Selain itu, keunggulan ekonomi syariah akan sia-sia jika tidak mudah diakses oleh masyarakat. Oleh karena itu, digitalisasi menjadi kunci agar ekonomi syariah lebih inklusif dan tidak dianggap sebagai sesuatu yang kuno,” tutur Adiwarman.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menambahkan bahwa industri halal memiliki potensi besar secara global.

“Indonesia masih menjadi konsumen terbesar produk halal, tetapi telah masuk dalam daftar 10 besar eksportir produk halal dunia. Untuk sektor makanan dan minuman halal, Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai eksportir,” jelas Emir. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp