Jateng

Banyak Dicari, Pedagang Pinggir Jalan Semarang Ungkap Alasan Enggan Jual Bendera One Piece

×

Banyak Dicari, Pedagang Pinggir Jalan Semarang Ungkap Alasan Enggan Jual Bendera One Piece

Sebarkan artikel ini
One Piece Bendera
Lapak pedagang bendera Merah Putih di daerah Jalan Dr. Kariadi, Semarang, Kamis, 7 Agustus 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, banyak pedagang bendera menggelar lapak di pinggir jalan Kota Semarang.

Selain memanfaatkan momentum, Daryono (49), pedagang bendera di sekitar Jalan Dr. Kariadi, mengaku berjualan bendera sebagai cara mencari penghasilan tambahan.

Ia menjual bendera Merah Putih beserta umbul-umbul sejak 10 tahun lalu. Di lapak yang sama, Daryono mengaku tahun ini animo pembelian bendera lebih baik dari tahun kemarin.

“[Tahun] kemarin sepi, yang ini lebih ramai, mungkin karena ada dana RT atau apa itu dari Wali Kota. Jadi banyak RT-RT yang beli bendera, katanya uangnya juga ada yang alokasinya buat Agustusan kan,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di lapaknya pada Kamis, 7 Agustus 2025.

BACA JUGA: Heboh Fenomena Bendera One Piece, Ini Kata Pakar Hukum Unissula

Terkait fenomena bendera One Piece yang sedang ramai, Daryono pun mengaku banyak yang mencari bendera tersebut.

“Biasanya yang nyari itu supir-supir truk. Ya banyak tapi saya enggak mau jual,” tuturnya.

Meski mengetahui akan mendapatkan keuntungan jika menjual bendera One Piece, Daryono tak berkeinginan menjual bendera kartun anime tersebut. Momen Kemerdekaan, menurutnya, harus sesuai dan bertema Merah Putih.

“Ada yang nawarin buat jual, tapi saya enggak mau dan enggak ingin. Momen merdeka loh, masa mau pake tengkorak apa bajak laut itu,” katanya.

Imbauan kibarkan bendera Merah Putih dari berbagai instansi pemerintah

Ramainya fenomena bendera One Piece yang bertepatan dengan HUT ke-80 RI ini beroleh berbagai respons dari instansi pemerintah.

Polda Jawa Tengah sendiri mengimbau masyarakat mengutamakan pengibaran bendera Merah Putih daripada simbol-simbol budaya populer seperti bendera bajak laut One Piece.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut pihaknya belum menemukan pelanggaran serius dalam fenomena tersebut, namun terus melakukan pemantauan.

“Kami tetap menghargai kebebasan berekspresi. Tapi di bulan kemerdekaan ini, mari kita semarakkan dengan cara yang sesuai nilai-nilai kebangsaan, seperti pengibaran bendera Merah Putih, lomba 17-an, dan kegiatan edukatif,” kata Artanto saat ditemui di Mapolda Jateng pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menegaskan, tindakan hukum hanya akan dilakukan jika ada pelanggaran yang nyata, seperti penyalahgunaan simbol negara atau kegiatan yang meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI, Kesbangpol Jateng Ingatkan Soal Sakralnya Merah Putih

“Kami lebih mengedepankan edukasi. Selama tidak ada unsur provokasi atau niat melecehkan lambang negara, kami tidak serta-merta bertindak,” katanya.

Secara terpisah, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Muslichah Setiasih, mengatakan bahwa fenomena bendera One Piece tidak dipandang sebagai ancaman selama tak melanggar posisi kehormatan Merah Putih.

“Kalau hanya berupa simbol atau gambar tokoh kartun yang ada di kaos, stiker, atau umbul-umbul, itu sah sebagai bentuk kreativitas. Tapi yang harus dijaga adalah jangan sampai dikibarkan sejajar atau lebih tinggi dari bendera Merah Putih,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap memasang Merah Putih selama bulan Agustus sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan bangsa.

“Ini kemerdekaan ke-80. Ada sejarah panjang di balik Merah Putih yang tidak bisa disandingkan dengan simbol fiksi mana pun,” tegas Muslichah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp