SEMARANG, beritajateng.tv – Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berlangsung, minat wisata warga Jawa Tengah untuk berlibur ke luar negeri meningkat. Sejumlah destinasi seperti Turki, Jepang, dan Korea Selatan menjadi tujuan favorit, sementara paket wisata domestik relatif sepi.
Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah, Setyo Legowo, menyebut tren tersebut terlihat dari pola penjualan paket wisata yang para pelaku travel tangani selama periode libur akhir tahun.
“Kalau spesifik untuk Natal dan Tahun Baru ini, yang dalam negeri justru tidak membuat paket. Malah ada beberapa teman yang menjual ke luar negeri, dan itu peminatnya banyak,” kata Setyo saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Rabu, 31 Desember 2025.
Setyo menjelaskan, destinasi luar negeri yang orang-orang minati umumnya negara-negara yang sedang memasuki musim dingin.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Semarang Tembus 7,6 Juta, Wali Kota Optimistis Lampaui Target 2025
“Yang sekarang lagi happening itu Turki, Korea, sama Jepang. Turki ini lagi salju, jadi mereka lebih senang dan lebih tertarik untuk wisata,” ujarnya.
Menurut Setyo, wisatawan yang memilih ke luar negeri selama libur Nataru dominan kalangan menengah ke atas. Sementara segmen menengah cenderung tetap berlibur di dalam negeri.
“Kalau Singapura, Thailand, Malaysia justru belum diminati untuk Natal dan Tahun Baru. Karena segmen market-nya menengah. Yang menengah ini lebih banyak stay di Indonesia, liburan bareng keluarga,” jelasnya.
Paket Wisata Luar Negeri Dominan Keluarga, Durasi 5–7 Hari
Setyo mengungkapkan, wisatawan yang membeli paket luar negeri umumnya bepergian bersama keluarga atau dalam kelompok kecil.
“Kebanyakan family, keluarga dan grup rombongan kecil. Mereka menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru bareng-bareng ke luar negeri,” katanya.
Durasi perjalanan rata-rata berlangsung selama lima hingga tujuh hari. Ia juga membeberkan kisaran biaya paket wisata luar negeri selama periode libur akhir tahun.
“Rata-rata itu lima sampai tujuh hari. Kalau paket full, kisarannya di angka Rp30 juta per orang untuk tujuh hari. Karena memang hotelnya mahal, apalagi di musim liburan,” ungkap Setyo.
BACA JUGA: Libur Nataru, Kota Lama Semarang Jadi Favorit Wisata Sejarah Nusantara
Di sisi lain, Setyo menyebut sektor perhotelan dan penginapan di Jawa Tengah, termasuk glamping, tetap mencatat tingkat hunian tinggi selama libur Nataru. Namun kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kinerja biro perjalanan wisata.
“Dari sisi hotel dan penginapan, mereka sudah mempersiapkan menyambut tamu. Bahkan ada yang menyiapkan penjemputan tamu di stasiun atau bandara,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui periode Natal dan Tahun Baru justru bukan masa puncak bagi bisnis biro travel domestik.
“Kalau untuk biro travel, Natal dan Tahun Baru ini sebenarnya kurang bagus buat bisnis. Hotelnya bagus, tapi travel biasanya sepi,” katanya.
Setyo menambahkan, wisatawan asal Jawa Tengah tetap ada yang memilih paket luar negeri, meski jumlahnya tidak terlalu besar ketimbang wilayah lain. “Dari Jawa Tengah ada, tapi tidak banyak. Ada beberapa saja,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





